Sacha berlari sembari menggendong Nara menyusuri koridor rumah sakit. Hatinya terus merasa tidak tenang di sepanjang jalan yang dia lalui. Pikirannya selalu terfokus kepada Lia, wanita yang sudah melahirkan anak kembarnya. “Papa, siapa yang sakit?” tanya Nora. Pertanyaan itu sudah berkali-kali Nora lontarkan, tetapi Sacha tidak bisa menjawab karena pikirannya sedang kalut. Tidak juga mendengar jawaban dari sang papa membuat Nora akhirnya bungkam. Dari kejauhan Sacha melihat mantan merutuanya sedang berada di sana memeluk Fahlefi dengan erat, Sacha meyakini mereka sedang menunggu tim medis yang sedang menangani kondisi Faeza. “Mama, Papa.” Sacha tiba dengan napas terengah dan keringat sebesar jagung mengucur deras membasahi keningnya. Kawindra dan Watika berdiri menyambut kedatang
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


