Season 2 Bab 32

1149 Words

Lia terdiam untuk beberapa saat, pikirannya mencoba untuk mencerna semua ucapan Arzan. Lia terkekeh geli, menurutnya Arzan hanyalah bercanda. “Kenapa tertawa?” tanya Arzan, wajahnya terlihat tidak suka. “Kamu ini pandai sekali bercanda.” Lia masih tertawa sampai membuat ke dua matanya berari. Wajah Arzan seketika berubah masam. Ternyata raut wajah yang sedari tadi dia tampilkan tidak sepenuhnya membuat Lia yakin jika dirinya memang benar-benar ingin menikahi wanita itu. “Semua unsur ucapanku tidak ada candaan sedikitpun, Lia!” Kali ini tawa Lia benar-benar terhenti dan wajahnya berubah pucat pasi. Sementara Arzan, lelaki itu semakin menunjukkan wajah keseriusannya. Seketika suasana menjadi hening, hanya terdengar suara angin yang berhembus lembut dari sembarang arah. Saat kehenin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD