Sacha telah kembali ke rumahnya, masih dengan perasaan yang sedih tentunya. Ia benar-benar merasa menjadi lelaki terbodoh di dunia, karena sudah menyia-nyiakan sosok Lia yang begitu baik hatinya. Sekarang dia hanya bisa menikmati penyesalannya dan menjalani proses yang seharusnya ia lalui sebagai buah dari kesalahan di masa lalu. Diamnya Sacha membuat Nora si gadis kecil malang itu bertanya-tanya. Tidak seperti biasa sang papa melamun dan menyendiri seperti orang asing di matanya. “Papa kenapa?” Nora menghampiri sang papa yang sedang terduduk di tepian kolam renang. Wajah gadis kecil itu berubah sedih saat melihat ada jejak air mata di ke dua pipi papanya. “Papa menangis?” tanya gadis itu, sembari mengulurkan tangannya untuk mengusap jejak air mata tersebut dari pipi papanya. Sacha

