Kawindra dan Watika tidak sabar menanti kehadiran cucu kembarnya. Lia sangat bahagia akhirnya bisa kembali melihat senyum cerah di wajah ke dua orang tuanya. “Lia, sebenarnya kemana Arzan? Kenapa dia belum juga membawa cucu kita ke sini?” tanya Watika. Sedari tadi wanita itu gelisah selalu saja menatap kearah pintu kamar rawatnya. “Sabar Mah, mereka lagi ada di perjalanan,” jawab Lia, dengan bibir yang tidak berhenti melengkung membentuk sebuah senyuman. “Iya Lia, Papa sudah tidak sabar menanti kehadiran mereka. Pasti mereka sangat lucu sekali.” Lia terkekeh geli melihat tingkah lucu ke dua orang tuanya yang sangat antusias menunggu kehadiran sang cucu untuk pertama kalinya. Meskipun wajah salah satu dari mereka sangat mirip dengan Sacha, siapa lagi jika bukan Fahlefi penerus wajah

