S2 1 – Ice Cream

1256 Words

3 Bulan setelah Nina melahirkan  Terdengar suara tangisan begitu Rinaldy membuka pintu rumah. Sebenarnya, masih di dalam mobilnya saja tadi, Rinaldy sudah mendengar suara itu. Buru-buru Rinaldy meletakkan tasnya kerjanya, dan berjalan cepat ke arah sumber suara. Wajahnya membentuk lekukan senyum, saat menemui si mungil bayi mereka menatapnya dengan mata berkedip-kedip. Suara tangisan itu berhenti saat Rinaldy membawa tubuh lemah dan rapuh itu ke dalam pelukannya. Mengedarkan pandangannya, namun Rinaldy tidak menemukan sosok yang sungguh ia rindukan. “Utu…utu, putri papa kenapa nangis? Naya lapar? Naya rindu papa ya?” Bayi kecil itu mulai merespon dengan senyuman. Rinaldy tidak kuasa menahan diri, bibirnya turun dan menciumi semua wajah putrinya itu. Suara tawa akhirnya memenuhi semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD