Hampir 9 bulan berlalu, perut Nina semakin besar. Rinaldy hampir tiap malam tidak bisa tidur nyenyak karena istrinya yang rewel sejak memasuki hamil tua. Sama seperti pagi ini, Nina meminta dimasakkan pudding jepang oleh Rinaldy sendiri. Padahal, aturannya pagi ini ada rapat dengan kolega barunya. Namun Rinaldy tunda demi memenuhi kebutuhan sang istri. “Mas, udah belum?” Sosok yang sejak tadi bersembunyi di dalam kamar akhirnya keluar juga. Nina menampakkan wajahnya dari balik pintu, menilik apa yang kini tengah suaminya itu lakukan. Senyuman Nina terbit, dia melangkah mendekati Rinaldy yang menyambutnya dengan senyuman. Dengan sigap, Rinaldy meraih kursi empuk, dan membantu istrinya itu untuk duduk dengan tenang. “Ini sayang, pudding Jepang yang kamu minta!” Makanan itu diletakkan di

