Alexia menajamkan matanya untuk memastikan dia tidak berhalusinasi.
Pria yang berjalan ke arahnya sangat familiar. Alexia tidak asing, dia tidak bisa melupakan wajah itu selamanya.
Alexia sangat mengenali langkah berjalannya, dia juga mengenali senyumnya.
Dia mengenali cara dia berpakaian. ..
Kali ini alexia tidak bisa salah mengira orang lain selain DYLAN MANTAN PACAR NYA.
'Apa yang kamu lakukan disini?"
tanya pria itu.
Alexia menatapnya, masih tenggelam dalam pikiran..
‘Aku seharusnya menanyakan pertanyaan itu.’ alexia menjawab..
Dylan tersenyum dan berjalan mendekati alexia,
'Alexia, bisakah kita berteman lagi?"
tanyanya, bibirnya sedikit di manyun kan ke atas.
Alexia mendengarkan dan mengulangi kata yang keluar dari mulutnya, rasa nya Dia ingin menampar wajah dylan dengan keras..
. Dia ingin menendangnya di tengah dan membenturkan wajahnya ke pagar di sekitar air terjun.
Alexia membayangkan begitu banyak hal mengerikan yang bisa dia lakukan pada dirinya.
Menatapnya – senyuman di wajahnya – Alexia berharap dia bisa menghapus senyum itu dan mengubahnya menjadi kepahitan dan kesedihan.
Alexia mengira setelah putus,dia akan sedih.
Namun alexia sepertinya lupa kalau Dylan juga seorang playboy.
Bahkan dylan punya keberanian untuk berbicara setelah semua yang dia lakukan pada alexia?
Dia dengan berani meminta alexia untuk berteman dengannya..
Dia punya banyak kegelisahan, tidak ada penyesalan, semudah itu baginya?
Alexia sangat membenci pria yang ada di hadapannya saat ini..
Dia sangat membenci Dylan, jika diberi kesempatan,rasanya alexia ingin sekali memusnahkan dylan..
Alexia melihat dylan mengulurkan tangan nya, namun segera di tapis oleh alexia..
'Teman? Apakah kamu bercanda?"
Alexia bertanya sambil menatapnya dengan wajah kejam.
'Ya, aku ingin berteman denganmu."
Balas Dylan sambil tersenyuman kepada alexia,yang membuatnya semakin marah.
Alexia mendekat padanya dan memberi kan tamparan yang menyayat hati. Sesuatu yang selama ini ingin dia lakukan. Setelah hari itu dia memergokinya bersama Kylie, dia tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya lagi.
'Jaga persahabatanmu untuk dirimu sendiri!" ucap alexia bicara berteriak ke wajahnya dan berjalan keluar dengan marah.
Dylan memperhatikan sosok alexia yang berlalu pergi, dia menggerakkan rahangnya ke kiri dan ke kanan untuk memperbaikinya karena alexia telah menamparnya dengan keras..
Dylan terus meperhatikan sosok alexia yang mulai hilang di kegelapan malam.
'dasar dylan b******k,aku harus bisa mendapat nya nya kembali!"
Gumam dylan geram meninju udara dan berbalik.
* * *********
Alexia memasuki mobilnya dengan perasaan yang sangat marah hingga melemparkan ponselnya ke kursi belakang mobil. Dia menyandarkan kepalanya pada stering mobil sambil menangis. Pria itu adalah pria pertama yang dia kencani.
Alexia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia hanya akan berkencan dengan pria setelah lulus kuliah karena dia ingin mempertahankan keperawanan nya hanya untuk pria yang tepat. Dia ingin dicintai oleh pria yang tepat.harapan terbesar alexia adalah agar pacar pertamanya yang menjadi suaminya.
Dating pertama nya dengan Dylan adalah di klub yang dipaksa oleh sahabatnya -Kylie - agar alexia bisa datang...
Dylan masih seperti dulu,tampan dan baik.
Dia selalu menunjukkan cintanya..
Dylan selalu ada di sana setiap saat karena klub itu milik ayah nya.
sampai dia bertemu dan tidur dengan sahabat karib alexia. Rasanya seperti mimpi, mimpi buruk.
Kaki alexia bergetar Pikirannya menjadi kosong. Matanya terpejam. Itu seperti mimpi buruk tapi dia tidak pernah terbangun darinya.
Hingga saat ini alexia tidak bisa melupakan kejadian dimana kylie bersetubuh dengan dylan..
Biar bagaimana pun dia memiliki bagian dari dirinya di dalam dirinya.
Dia telah mengambil sebagian dari dirinya, dia adalah separuh lainnya dan hati alexia tidak tega melihat dylan bersama wanita lain.
Dia terus berkencan dengan Kylie tanpa penyesalan.
Alexia tahu dia harus move on. Dia pikir rasa sakitnya akan berkurang jika ada pria lain di foto itu. Dia pikir dia akan menemukan kebahagiaan dengan pria lain jadi dia berkencan dengan pria pertama yang datang kepadanya. Itu Henry, dia manis. Dia baik tapi dia tidak seperti Dylan.
Henry melamarnya setelah beberapa minggu berpacaran dan alexia menyetujui lamaran itu,meskipun dia menginginkan Dylan.
Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa pria yang mengambil keperawanannya adalah pria yang akan dinikahinya, tetapi keinginannya bukanlah kuda. Jika ya, dia akan menunggangi ribuan kuda (mengandung unsur p0rn0, kata kata di samar kan)
Namun, sepertinya alexia bernasib buruk dalam hal cinta. Henry telah meninggalkannya sejak malam pernikahan mereka, bahkan henry tidak memberitahukan alasan dia pergi. Dia bisa saja curhat padanya tapi dia tidak melakukannya.
Setiap malam, alexia tidur sendirian tanpa ada orang yang menunjukkan cintanya. Dia selalu sendirian sejak ibunya meninggal. Ibunya adalah sahabatnya tapi dia meninggal dan sekarang, dia ditinggalkan sendirian di dunia yang kejam ini.
Alexia menyalakan mobil dan pulang. Rasa jijik muncul di lubuk perutnya setiap kali mengingat Dylan mengajak berteman.
"TEMAN? " Dia berani memintanya berteman dengannya? Sungguh bin4tang, bin4Tang yang kejam!
Dia meraih tasnya dan keluar dari mobil. Ketika dia sampai di kamarnya, dia melepas blazer dan sepatu hak tinggi lalu menjatuh kan diri ke tempat tidur. Dia segera tertidur, melupakan tujuannya untuk pergi keluar.
* * ********
Setelah sarapan pagi, Alexia berjalan menuju mobilnya untuk berangkat kerja pagi itu. Sebelum mengemudi, dia memutuskan untuk memeriksa email. Syukurlah dia punya dua telepon; satu untuk bekerja dan satu lagi untuk santai tetapi terhubung ke telepon kantornya.
Dia membalas semua emailnya sebelum menyalakan mobil dan mengemudi ke tempat kerja.
Hari ini Dia mengadakan pertemuan dengan temannya, Rayden.
Dia pergi ke tempat parkir perusahaan, memarkir kan mobilnya, dan keluar dari sana.
Itu adalah saat yang sama ada mobil lain yang diparkir di depannya. Dia mengenali mobil itu dengan sangat baik karena itu milik seseorang yang pernah memiliki hubungan dengannya. Seseorang yang pernah menjadi alasan kebahagiaannya. Seseorang yang selalu dia nantikan untuk bertemu setiap hari. Seseorang yang pernah memiliki tubuh dan jiwanya. Seseorang yang karena alasan itu menghancurkannya;
Menyadari dia memulai terlalu banyak, alexia mengalihkan pandangan darinya saat pria itu keluar dari mobil..
Alexia tidak ingin hatinya memuji penampilannya yang begitu tampan dengan senyuman terpampang di wajahnya.
Alexia berharap dia bisa menghapus senyum itu dari wajahnya,yang telh membuat dirinya merasakan sakit yang dia rasakan selama bertahun-tahun.
'Senang bertemu denganmu kemarin,'
katanya dan berjalan pergi.
Bagaimana mungkin dia tidak merasa menyesal?
Bagaimana mungkin dia tidak merasa bersalah atas perbuatannya terhadap alexia?
Selama bertahun-tahun, alexia telah menunggu nya datang untuk meminta maaf tetapi dia tidak pernah melakukannya.
Alexia menghela nafas..
Dylan young adalah pemain yang luar biasa, dia tidak akan pernah merasa bersalah atas apa yang dia lakukan. Dia tidak akan pernah merasa menyesal atau meminta maaf pada siapa pun..
Saat itu, terdengar teleponnya berbunyi bip. Dia melihat tangannya tetapi bunyi bip tidak datang dari teleponnya. Dia mengangkat kepalanya dan melihat kilatan cahaya datang dari mobilnya. Oh benar!
Alexia baru igat kalau kemarin dia melemparkan ponselnya ke belakang mobil. Alexia menghela nafas lega mengetahui dia tidak salah meletakkan ponselnya.
Dia membuka pintu mobil dan mengambil teleponnya. Dia melihat bahwa itu adalah pesan teks. Itu dari nomor tak dikenal yang sama; pengagum rahasianya.
'Terima kasih telah mengizinkanku bertemu denganmu kemarin, kamu sangat cantik. Senang bertemu denganmu kemarin."
Alexia membaca dengan suara keras.
'Senang bertemu denganmu kemarin.'
Senang bertemu denganmu kemarin!
Senang bertemu denganmu kemarin!!
Kata-kata itu terulang kembali di kepalanya.
Sial!
Alexia melihat ke arah dylan.
'Itu adalah kata-kata yang sama yang diucapkan Dylan kepadaku tadi sewaktu dia keluar dari mobil!"
Alexia merasa sangat kesal saat menyadari nya