"Jadi begitu, kalian sedang menyelidiki tentang kasus ini untuk membuktikan teman kalian yang ditangkap polisi itu nggak bersalah." Pak Prabu mengangguk-angguk. Guru kesenian itu duduk di salah satu bangku taman bersama Shita dan Wulan. Dua gadis itu sudah kepalang basah menceritakan semuanya pada Pak Prabu, sekaligus berharap mereka bisa mendapat infomasi tentang Pak Wahyudi. "Benar, menurut kami, lambang yang mirip dengan omega atau huruf W itu pasti adalah pesan kematian yang menunjukan identitas dari si pelaku, karena itu kami ingin mencari tahu tentang motif orang di sekolah ini yang memiliki inisial W," kata Shita. "He? Kenapa begitu? Bukannya lambang ini selalu ada di TKP? Bukankah itu berarti lambang ini sengaja ditinggalkan si pelaku di sana?" tanya Pak Prabu. "Seorang teman k

