bc

Simpanan Dosen Killer: Istriku, Calon Kakak Iparku

book_age18+
4
FOLLOW
1K
READ
HE
age gap
opposites attract
sweet
substitute
like
intro-logo
Blurb

“Pak.” Lirih sang istri menatap sendu sang suami yang berdiri membelakanginya. Mereka baru saja menikah atau lebih tepatnya terpaksa menikah.

Pria itu berbalik lalu menatap sang istri. Menajamkan pandangannya tatkala mendapati tubuh sang istri yang dibalut dengan lingerie. Pangeran mengepalkan tangannya erat, jakun pria itu naik turun melihat tubuh indah Queenza.

“Ganti pakaianmu!” titah Pangeran dengan nada dingin membuat hati Queenza sakit.

Apakah dia baru saja ditolak oleh sang suami? Pangeran tidak tertarik pada tubuhnya? Mendadak Queenza merasa rendah diri di hadapan Pangeran.

“Tapi … malam ini adalah malam pertama kita,” cicit Queenza memberanikan diri mengeluarkan isi hati.

Sontak saja Pangeran terkekeh kecil mendengarnya. Mata pria itu memerah dan berkaca-kaca. Sejujurnya dia tidak berniat menyentuh Queenza. Karena mereka menikah tanpa cinta.

Pangeran dipaksa oleh orang tuanya untuk menjadi pengantin dadakan Queenza. Karena sang kakak yang merupakan calon suami Queenza kabur di hari H pernikahan.

Terpaksa Pangeran menjadi tumbal sang kakak untuk menggantikan posisi sebagai mempelai pengantin pria.

Padahal setahunya, sang kakak sangat mencintai Queenza. Gadis muda yang berparas cantik dan bertalenta.

“Baiklah, kalau begitu mari kita lewati malam ini dengan sangat panas!” Pangeran berjalan mendekati Queenza.

Gadis cantik itu memundurkan langkahnya tanpa sadar. Tatapan Pangeran sangatlah mengintimidasi dirinya. Membuat Queenza takut.

Hap! Pangeran lebih dulu merangkul pinggang Queenza. Tubuh keduanya saling bersentuhan, tinggi Queenza hanyalah 158 cm, sedangkan Pangeran 183 cm. Perbedaan yang amat jauh membuat tubuh Queenza tenggelam dalam pelukan Pangeran.

“Tubuhmu sangat kecil. Dada dan bokongmu sangat rata, tidak ada yang bisa kupegang,” bisik Pangeran dengan sensual di dekat telinga Queenza. Sengaja memancing hasrat terpendam gadis polos itu. “Tapi tidak apa-apa. Saya sangat pandai membuat sesuatu yang kecil menjadi besar,” lanjutnya lagi berhasil membuat tubuh Queenza meremang.

Sebenarnya gadis itu ingin marah. Entah mengapa lidahnya kelu dan tubuhnya terasa lemas tak bertenaga. Deru nafas Pangeran di telinganya mampu membuat dirinya kepanasan.

“Kamu masih perawan?” tanya Pangeran serak seraya menggiring tubuh Queenza menuju ranjang.

“Masih.” Gadis itu menjawab pelan. Matanya tak henti menatap wajah tampan Pangeran. Seolah ada magnet yang membuat matanya tak bisa berpaling dari paras rupawan Pangeran.

Pangeran tersenyum tipis, menambah ketampanan pria itu yang seperti patung Dewa Yunani.

Pangeran membelai bibir Queenza lembut. Lalu menekan belahan bibir dengan ibu jarinya.

“Mari buktikan, apakah kamu berbohong atau jujur.”

Pangeran langsung melempar Queenza ke atas ranjang. Pria itu membuka tapi gespernya. Queenza menelan ludahnya susah payah.

“Tenang, Queen. Kata Lena yang sudah menikah, awal-awal memang sakit. Lama-lama malah enak,” gumamnya berusaha menenangkan diri.

chap-preview
Free preview
Malam Pertama
“Pak.” Lirih sang istri menatap sendu sang suami yang berdiri membelakanginya. Mereka baru saja menikah atau lebih tepatnya terpaksa menikah. Pria itu berbalik lalu menatap sang istri. Menajamkan pandangannya tatkala mendapati tubuh sang istri yang dibalut dengan lingerie. Pangeran mengepalkan tangannya erat, jakun pria itu naik turun melihat tubuh indah Queenza. “Ganti pakaianmu!” titah Pangeran dengan nada dingin membuat hati Queenza sakit. Apakah dia baru saja ditolak oleh sang suami? Pangeran tidak tertarik pada tubuhnya? Mendadak Queenza merasa rendah diri di hadapan Pangeran. “Tapi … malam ini adalah malam pertama kita,” cicit Queenza memberanikan diri mengeluarkan isi hati. Sontak saja Pangeran terkekeh kecil mendengarnya. Mata pria itu memerah dan berkaca-kaca. Sejujurnya dia tidak berniat menyentuh Queenza. Karena mereka menikah tanpa cinta. Pangeran dipaksa oleh orang tuanya untuk menjadi pengantin dadakan Queenza. Karena sang kakak yang merupakan calon suami Queenza kabur di hari H pernikahan. Terpaksa Pangeran menjadi tumbal sang kakak untuk menggantikan posisi sebagai mempelai pengantin pria. Padahal setahunya, sang kakak sangat mencintai Queenza. Gadis muda yang berparas cantik dan bertalenta. “Baiklah, kalau begitu mari kita lewati malam ini dengan sangat panas!” Pangeran berjalan mendekati Queenza. Gadis cantik itu memundurkan langkahnya tanpa sadar. Tatapan Pangeran sangatlah mengintimidasi dirinya. Membuat Queenza takut. Hap! Pangeran lebih dulu merangkul pinggang Queenza. Tubuh keduanya saling bersentuhan, tinggi Queenza hanyalah 158 cm, sedangkan Pangeran 183 cm. Perbedaan yang amat jauh membuat tubuh Queenza tenggelam dalam pelukan Pangeran. “Tubuhmu sangat kecil. Dada dan bokongmu sangat rata, tidak ada yang bisa kupegang,” bisik Pangeran dengan sensual di dekat telinga Queenza. Sengaja memancing hasrat terpendam gadis polos itu. “Tapi tidak apa-apa. Saya sangat pandai membuat sesuatu yang kecil menjadi besar,” lanjutnya lagi berhasil membuat tubuh Queenza meremang. Sebenarnya gadis itu ingin marah. Entah mengapa lidahnya kelu dan tubuhnya terasa lemas tak bertenaga. Deru nafas Pangeran di telinganya mampu membuat dirinya kepanasan. “Kamu masih perawan?” tanya Pangeran serak seraya menggiring tubuh Queenza menuju ranjang. “Masih.” Gadis itu menjawab pelan. Matanya tak henti menatap wajah tampan Pangeran. Seolah ada magnet yang membuat matanya tak bisa berpaling dari paras rupawan Pangeran. Pangeran tersenyum tipis, menambah ketampanan pria itu yang seperti patung Dewa Yunani. Pangeran membelai bibir Queenza lembut. Lalu menekan belahan bibir dengan ibu jarinya. “Mari buktikan, apakah kamu berbohong atau jujur.” Pangeran langsung melempar Queenza ke atas ranjang. Pria itu membuka tapi gespernya. Queenza menelan ludahnya susah payah. “Tenang, Queen. Kata Lena yang sudah menikah, awal-awal memang sakit. Lama-lama malah enak,” gumamnya berusaha menenangkan diri. Tak menunggu lama, kedua anak manusia itu larut dalam hasrat liar. Ternyata surga dunia benar ada, begitulah yang mereka berdua pikirkan. Salah satu kenikmatan menikah, yaitu bisa berhubungan badan dalam hubungan halal. Tanpa takut dihakimi oleh orang-orang dan melanggar norma agama. *** Pagi harinya Queenza sudah bangun. Dia berjalan dengan susah payah karena tubuhnya remuk redam. Area intinya terasa sangat sakit, bahkan untuk buang air kecil saja harus berpegangan pada dinding. “Haiss, kalau tahu sakitnya bakal begini. Gak mau aku goda Pak Pangeran,” ujarnya pelan dengan penuh penyesalan. Dia menuruni anak tangga dan melihat Pangeran sudah rapi dengan setelan formal. “Lain kali kamu harus bangun pagi-pagi sekali. Masak untuk diri sendiri dan jangan sampai telat ke kampus. Ingat! Saat ini statusmu sudah menjadi seorang istri. Ada saya yang harus kamu layani!” tegas Pangeran dengan nada dingin membuat hati Queenza terasa sakit. “Layani dalam hal apa, Pak?” Queenza memberanikan diri untuk bertanya. Meski mereka menikah tanpa cinta, dia tidak mau menjadi istri yang dengan mudah disakiti seperti di dunia novel. “Layani kebutuhan biologis saya!” “Bukannya semalam sudah?” Queenza mengerutkan dahinya. Pipi wanita itu terasa panas teringat dahsyatnya pergumulan panas mereka semalam. “Tiga kali dalam sehari. Malam, sesudah subuh, dan saat saya pulang kerja nanti!” Pangeran langsung mengeluarkan titah tanpa basa-basi. Queenza menelan ludahnya kasar. Ternyata di balik tampang dingin Pangeran tersimpan hasrat besar. Pangeran melempar kunci mobil ke arah Queenza. Wanita itu menangkapnya dengan cepat. “Pakai mobil saya ke kampus.” “kenapa tidak barengan aja, Pak?” tanya Queenza bingung, karena Pangeran merupakan dosennya di kampus. “Tidak boleh ada yang tahu kalau kita adalah pasangan suami istri. Saya mau kamu tetap tutup mulut!” tegas Pangeran tanpa memikirkan perasaan Queenza. Segera pria itu pergi tanpa menoleh. Cairan bening terjun membasahi pipi Queenza. “Dasar suami luknut! Baru satu hari menikah udah buat hati istri sakit. Aku sumpahin ban mobilnya bocor!” umpat Queenza kesal seraya menghapus jejak air mata di pipinya. Lalu beranjak menuju garasi mobil. *** Di sisi lain, Pangeran merutuki nasibnya yang sial hari ini. Ban mobilnya tiba-tiba kempes di tengah jalan. “Sial!” umpat Pangeran kesal seraya menendang ban mobilnya. Sebuah mobil yang amat Pangeran kenali melewatinya. Sang pengemudi menurunkan jendela, sengaja menurunkan kecepatan laju mobilnya. “Queenza, berhenti! Saya mau nebeng!” Pangeran memanggil sang istri. “Maaf, Pak. Gak boleh! Takutnya orang-orang curiga kalau kita suami istri!” Queenza mengedipkan matanya sebelah dan menampilkan senyuman polos membuat wajah Pangeran berubah masam. “Kamu–” Belum juga Pangeran selesai berbicara. Queenza menginjak pedal gas mobil membuat debu jalanan mengepul di depan Pangeran. “Queenza! Aagh! Awas kamu!” teriak Pangeran keras. Queenza tertawa terbahak-bahak di dalam mobil. Dia sangat bersyukur Tuhan mau mengabulkan doanya. “Rasakan! Makanya jangan jadi suami durhaka!” *** Senyuman Queenza pudar saat melihat sang dosen killer yang tak lain Pangeran masuk ke dalam ruangan. Ternyata sang suami datang tepat waktu. Padahal, jelas-jelas Pangeran berada di belakangnya tadi. “Ck, dasar dosen menyebalkan,” gumam Queenza pelan. Pangeran tersenyum sinis melihat raut wajah kecewa di wajah sang istri. Untungnya tadi ada salah satu anak didiknya yang bersedia memberi tumpangan. Di penghujung kelas, Pangeran menagih tugas anak-anak agar segera dikumpulkan. Raut wajah Queenza tampak sangat panik, karena hanya dirinya yang tak mengumpulkan tugas. Dikarenakan sebelumnya dia sibuk dengan persiapan pernikahan. “Queenza! Mana tugasnya?” Pangeran mengeluarkan aura dingin membuat bulu kuduk Queenza meremang. “Maaf, Pak.” Queenza menatap sang suami penuh permohonan. Berharap Pangeran mengerti, karena Pangeran juga tahu seberapa sibuk Queenza menjelang pernikahan. “Saya tidak menerima permohonan maafmu. Dari dulu kamu memang sering membuat masalah dengan saya. Kadang telat masuk, tidak membuat tugas, kadang juga bolos kelas saya dan kamu selalu saja punya pembelaan atas kesalahanmu itu. Queenza Anastasya! Jangan harap kamu lulus kuliah tepat waktu!” sentak Pangeran dengan nada dingin membuat semua orang terhenyak. Pasalnya beberapa bulan lagi mereka sudah masuk ke tahap menyusun skripsi. Ancaman Pangeran bukanlah bulan semata. Banyak senior mereka yang terpaksa kuliah sampai lima tahun karena bermasalah dengan Pangeran. Queenza menundukkan kepalanya malu. Dia mencakar lengannya lagi dan lagi, pasalnya dia punya alasan kuat mengapa sering telat atau bolos kuliah. Akan tetapi, Pangeran tidak mau tahu. “Pada akhirnya, aku selalu salah di mata orang, bahkan di mata suamiku sendiri,” gumam Queenza pelan tanpa sadar cairan kental berwarna merah keluar dari hidungnya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

The Golden Lycans

read
81.9K
bc

The Rejected Mate

read
2.0M
bc

Hate Should Be A Hockey Term

read
3.7K
bc

My Biker Stepbrother, My Ruin

read
24.6K
bc

Winter's Mate: Fated on Ice

read
8.5K
bc

Made To Be Broken - The Boston Hawks Hockey Series

read
192.4K
bc

Varsity Bad Boy Series

read
226.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook