Plato And Socrates

1032 Words

Heru benar-benar kuatir, Nesa tampak cukup menggigil. Rambutnya basah dan ia hanya mengelapnya dengan telapak tangan. ”Sudah saya bilang, coba lihat sekarang. Kamu basah begitu. Kalau saya nggak apa-apa, tapi kamu, kamu kan baru sembuh.” Heru memutar streer meninggalkan parkiran. ”Cuma basah dikit! Nggak masalah, entar juga kering. Sampai di rumah langsung mandi air hangat, beres kan.” ”Saya cuma takut kamu sakit lagi.” Perhatian yang tulus dan beralasan justru membuat Nesa terdiam dan ia semakin menggigil. ”Sekar cantik ya Her.” Nesa berkata lirih. Heru cukup terkejut. Ia melirik Nesa. Berbagai pertanyan muncul dalam otaknya, apa Nesa tau tentang Sekar dan dirinya. Seandainya tau pun sebetulnya bukan masalah, tapi pertanyaan tentang Sekar dari mulut Nesa yang mendadak tetap saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD