Ladies Room, Past to Present

873 Words

Nesa memutar keran air pada washtafel ladies room, ia sedikit merapikan bajunya di hadapan cermin. Pintu toilet di terbuka. Seorang wanita berdiri di belakangnya. Nesa tersenyum pada cermin, memberi senyuman pada refleksi wajah Sekar. Sekar berdiri kikuk. ”Apa yang lain sudah pulang?” Nesa meliriknya. ”Oh belum.” Sekar membuka keran di samping Nesa. ”Di luar masih hujan, ya?” Nesa menarik toilet paper mengeringkan tangan. ”Ehmkelihatannya masih,” Sekar nampak gugup. Mereka berdua terlihat kaku. ”Saya duluan ya. Nesa beranjak. ”Nesa! Bisa ngomong sebentar? Nesa hampir berlalu. Ia menatap Sekar. ”Ada apa? Matanya menyelidik. ”Saya hanya ingin tanya tentang Heru,” jawab Sekar ragu-ragu. ”Maaf, memang ada apa dengan Heru.” ”Apa kamu serius dengan Heru? Sekar memberanikan diri.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD