“Aku memiliki wajah yang asing. Dia tidak pernah melihatku.” “Kau menceritakan kalau kau istriku, Elanor?” “Ya, tentu saja. Michael bahkan bilang kalau kau pemarah.” “Itu dulu. Aku memang cukup temprament. Elanor, bukannya aku melarangmu untuk berteman atau bertemu orang baru, Elanor, tapi percayalah, mereka tidak benar-benar tulus. Mereka selalu melihat tahta dan hartamu.” Kata Edward sebelum menarik selimut sampai ke dadanya. Elanor menatap suaminya dengan lekat. Dia berbaring di samping suaminya dan memeluk tubuh Edward. Pukul tujuh malam dan Anne masih di sini. Di rumah Harry. Elanor memilih tetap di dalam kamarnya sampai Anne pergi. “Elanor,” Harry berdiri di depan pintu kamarnya. “Ya, Tuan.” Elanor bangkit dan mendekati Harry. “Kau menangis?” Harry menatap lekat pela

