Anne mengamuk pada Harry, dia mengucapkan berbagai umpatan pada suaminya itu hingga Harry nyaris menampar Anne. “Kau bisa diam tidak sih?!” “Bagaimana aku bisa diam kalau kau berselingkuh dengan mantan pelayanmu itu?!” wajah Anne penuh dengan kilatan emosi. “Jadi selama ini memang benar ya, kalau diam-diam kau menemui Elanor.” air matanya merebak dan jatuh bebas. “Anne, dengarkan aku,” Harry agak melunak melihat istrinya duduk lemah di sofa. “Aku dan Elanor hanya sebatas kakak dan adik.” “Tapi kau menginginkannya kan?” Harry hanya menatap istrinya tanpa berniat menjawab. “Kenapa diam?” “Anne cukup!” Harry kembali marah. Entah kenapa akhir-akhir ini emosinya semakin meledak-ledak. Dia tidak tahu pasti siapa yang menyebarkan berita tentang affai

