Ita sibuk melihat nail art yang disajikan oleh pihak salon sedangkan Tina sesuai dugaan sedang memilih warna cat rambut. Ita merespon sahabatnya itu ketika ia tampak bingung. "Udah nemu warna yang pas?" tanya Ita. "Udah dong. Karena gue pecinta dongker akhirnya gua putuskan memilih dongker. Yey! Akhirnya! Gue bisa buat keputusan sendiri perihal fashion," jawab Tina kegirangan. Syukurlah! Selama perjalanan kemari Ita selalu berpikiran negatif tentang Tina yang tiba-tiba pulang sebelum masa terapinya selesai. "BTW? lo kenapa balik? Bukannya pengobatan lo masih lama?" "Oh itu. Gue udah sembuh kok. Tenang aja! Mental gua udah gue lapis pake baja." "Ih lebay! Serius gue tanya. Lo balik bukan karena disuruh kakak lo kan?" "Nggak lah, eh! Iya nggak ya? Yah, pokoknya alasan gue balik karen

