Wajah Ita merah padam. Bagaimana tidak? Ulah Hesa diketahui Tina. "I-itu digigit nyamuk tadi," sangkal Ita. "Hemm.... nyamuknya gede banget ya sampe merah kayak gini." "Ahaha.... canda aja lo." "Ini pasti Hesa kan?!" "Kenapa bawa-bawa gue?" tanya Hesa yang datang di situasi tidak tepat. Terserahlah! Ita pasrah. Toh, ini perbuatan Hesa juga. Tina melirik tajam pada lelaki itu lalu mendekatinya. "Ngapa?" tanya Hesa polos. Siapa yang menyangka tindakan Tina selanjutnya menjewer telinga Hesa sampai ia mengaduh kesakitan, "liat aja lo ya! Kalau sampai macem-macem sama Ita. Gua bantai lo sampai mati!" "S-sakit woi! Lepasin dulu ini!" keluh Hesa. "Dasar laki-laki!" dengus Tina kemudian melepaskan jeweran mautnya. Mereka mengobrol bersama hingga di setiap obrolan terselip tawa. Merek

