Berulah

1174 Words

Masih dengan posisi yang sama. Ita terlalu terkejut dengan tindakan Hesa sampai tidak bergerak satu centi pun hingga pergerakan pintu terdeteksi. Pintu itu terbuka lagi. "Kenapa nggak ngabarin dulu?" tanya Hesa yang berhasil mengembalikan fokus Ita. "Ah, itu. Aku mau buat surprise. Aku bawa ini..." jawab Ita kikuk. Kantung kresek itu terangkat sampai menutup wajahnya. Hesa meraih kresek itu dan mendapati wajah gadisnya yang masih memandang lantai. Seulas senyum pun tercipta. Gemas sekali! "Memangnya di lantai ada apa sih sampai pacar sendiri diabaikan?" "Nggak ada apa-apa. So-soalnya kamu marah sih. Makanya aku-" "Memang siapa yang marah?" sahut Hesa. Ia sukses mendapatkan kembali manik Ita. "Kamu." "Hm. Kapan?" "Kemarin. Barusan juga kamu banting pintu." Tidak tahan melihat ek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD