45 - Lelah dan Kantuk

1447 Words

Hari berikutnya, Akmal menampakkan diri lagi. Faira juga sama sikapnya seperti kemarin, memilih bersembunyi di kamar, entah untuk alasan apa. Dia tidak tahu secara pasti alasannya bersembunyi sekarang ini. Namun kali ini, gadis itu tidak dibiarkan mengabaikan makan malam seperti kemarin. Pintu kamarnya dibuka secara tiba-tjba, dan itu tentu saja mengejutkan karena orang tua Faira hampir tidak pernah melakukan hal yang tidak sopan seperti itu. Jadi. Faira dengan pasti menebak bahwa tetangganya lah pelakunya. Benar saja, Akmal sekarang sudah berdiri di ambang pintu dengan sebelah tangan memegang kenop pintu, dan sebelah lagi memegang nampan berisi makanan. Secara otomatis, gadis yang ingin menghabiskan waktunya dengan membaca buku itu, terpaksa secara perlahan melipat buku tebal, lalu me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD