Part 33 Terwujud

1055 Words

"Akhirnya liburannya jadi juga." Indi melihat ke luar jendela. Mereka menjejakkan kaki di Pulau Dewata itu, sudah malam. Padahal kata Indi, tidak masalah kalau mereka menjadwalkan bepergian bersama nanti, di saat ada libur yang lebih panjang. Tetapi, Cato mendesak ingin liburan segera, tidak tahu apa yang dipikirkan pria itu. Padahal Indi mengerti---sangat mengerti, kalau seandainya liburan diundur lagi. Liburan yang terlalu singkat yang ada malah kelelahan. "Gimana pemandangannya?" "Gelap gini, belum bisa terlihat apa-apa." Walau demikian, ada cahaya lampu yang menarik. "Sekarang liburannya cuman sebentar, nanti kita akan jadwalkan lagi liburan sering-sering." "Nanti setelah menikah, mungkin tidak bisa liburan sering-sering." Indi berkata. "Kenapa gitu?" "Akan banyak pengeluaran, a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD