Indi menarik selimut sampai ke kepalanya. Dia berusaha untuk makan dan minum vitamin namun tubuhnya masih lemas, Indi kerap memuntahkan makanan yang masuk ke mulutnya. Kalau begini terus mungkin dia harus segera resign dari kantor, karena di kantor juga dia terlihat lemas dan pucat. Rekan-rekan Indi menduga kalau Indi telah putus dengan Cato karena beberapa hari terakhir, Cato tidak lagi mengantar jemput Indi. Dan Indi juga terlihat muram juga lesu. "Indi ... ibu bikinin kamu teh hangat mau?" "Nggak usah repot-repot, Bu, Indi bisa sendiri." Laura memasuki kamar anaknya, hatinya merasa terguncang melihat kondisi Indi. Indi memang tidak terlalu lincah dalam kesehariannya, tapi dia adalah anak yang ceria. Baru kali ini Laura melihatnya seperti itu, Laura juga merasa sedih karena peristi

