"Halo Dokter Cais." Cais merasa mendengar panggilan yang sangat familiar. Dulu dia akan begitu menyukai panggilan itu, namun kini hanya ada rasa malas menerpa. Cais menoleh. "Halo, masih ingat aku?" Cais menatap perempuan itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dia dulu cantik dan sekarang semakin cantik. "Kenapa diam?" Suaranya masih lembut dan perhatian, sejak dulu Cais tidak pernah peduli pada penampilan seorang wanita. Dia jarang melihat dari fisik semata. Tetapi memang ada yang berbeda dari perempuan di hadapannya ini seperti dia dihadirkan oleh semesta untuk disukai oleh Cais. Namun, itu dulu, sebelum dia mematahkan hatinya. "Kamu ingin aku jawab apa? Bertanya apa kabarmu selama beberapa tahun terakhir ini?" Kalimat Cais tidak terdengar terlalu kasar bukan? Wanita itu terd

