Part 46 Bantuan

1039 Words

Cais memeluk ayahnya, dia begitu lesu. "Kenapa?" Prabu bertanya. "Apa papa tahu kalau Indi dan abang akan menikah?" Prabu mengajak putranya duduk di sofa. Cais menghela napas panjang. "Mama kamu memang sudah memberi tahu papa via telepon, kemari. Tapi, karena papa belum pulang, papa belum mendengarnya secara langsung." Ternyata kabar itu benar, pikir Cais. Kalau ayahnya saja sudah tahu, besar kemungkinan kalau pernikahan itu sungguh akan terjadi. "Kau sedih karena itu, Cais?" Prabu bertanya. "Aku sedih karena sebelumnya, Indi tidak melihat ke arahku sedikitpun. Aku jadi bertanya-tanya, sebenarnya apa yang salah dalam diriku? Kenapa begitu sulit untuk menemukan pasangan?" Prabu tersenyum, "Jangan berkecil hati, Nak, berapa sih umurmu? Perjalanan masih panjang." "Papa tahu, inten

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD