Kadang ada hal-hal yang tidak bisa diputuskan oleh manusia sekalipun mereka telah berusaha keras, itulah yang dinamakan nasib. Cais dan Indi sama-sama terdiam. Sudahlah Cais, yang di hadapanmu ini adalah calon istri abangmu. Seharusnya dia mundur dengan segera, Namun, kenapa rasanya begitu sulit? Pertama isi pikirannya dipenuhi oleh cerita tentang Indi dan betapa sejak saat itu dia sudah tertarik. Kedua, saat melihat di rumah sakit, betapa telatennya Indi mengurusi orang tua semakin membuat hati Cais tertawan. Ketiga, sikapnya yang galak kemudian berubah lembut, senyumnya yang cerah tak mampu Cais lupakan. Apa tak ada harapan lagi untuknya? Itulah pertanyaan yang belakangan ini selalu Cais tanyakan. Suara Indi lemah, namun penuh kelembutan. Suaranya pelan namun penuh ketegasan, m

