66. Kehilangan

2185 Words

Kesedihan itu mencekiknya. Meninggalkan lubang besar di dalam hati, bernama kehilangan. Anin terpaku, menatap gundukkan tanah merah bertabur bunga-bunga segar yang berceceran. Mulai saat ini, menjadi tempat peristirahatan sang Bibi. Untuk selamanya. Kadang, Anin gemetar, saat membayangkan dia akan ditinggal sendirian. Jadi, cukup sering dirinya menyelinap masuk ke dalam kamar Bi Ningrum pada tengah malam. Hanya untuk memastikan, wanita paruh baya itu masih bernapas dan berada di sisinya. Tapi siapa yang menyangka, dia ditinggalkan dengan cara yang begitu tiba-tiba? Bibinya masih tampak sehat, ketika Anin berpamitan untuk pergi bekerja. Dia masih mendapat senyum hangat dan elusan lembut di kepala. Dari tangan penuh keriput termakan usia milik sang Bibi, sebelum melangkah keluar dari rum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD