70. Bertahan Untuknya

2171 Words

Elard duduk bersila di atas tikar, mengedarkan pandangan untuk memerhatikan rumah Anin yang sejujurnya, cukup memprihatinkan. Tak terlalu banyak perabotan. Bahkan tempat untuk menjamu tamu pun tak ada. Ada dua kamar, dan salah satunya tak memiliki pintu, hanya ditutupi sebuah kain yang menjuntai. Tembok rumah tersebut sudah kusam. Catnya sudah mengelupas tak keruan. Lalu lantainya tak menggunakan keramik. Hanya sebuah lapisan semen yang dibeberapa tempat sudah retak bahkan berlubang. Menengadahkan kepala, Elard menatap lampu kuning yang membuatnya pusing. Sekali pun sudah ada penerangan, tapi tak terlalu terang. Dia salut karena Anin memilih bertahan di sini. Jika dibandingkan dengan rumah kontrakan Anin yang ditinggali bersama Bi Ningrum, sejujurnya lebih nyaman dari tempat ini. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD