Elard panik, mendapati pasukan bebek yang tiba-tiba muncul dari arah belakangnya. Membuat pria itu segera menyingkir agar tak menjadi penghalang. Usai para bebek itu akhirnya menjauh, dia bisa bernapas lega. Meski harus mengibas-ngibaskan tangan untuk menghalau debu-debu yang berterbangan di sekitarnya. Elard kembali mengedarkan pandangan. Mengamati tempat yang diduga merupakan kampung halaman Anin. Memperbaiki posisi ranselnya dipunggung. Elard kembali mengayunkan langkah, sembari membaca pesan yang Dika kirimkan. Hanya ada nama kampung Anin, tak ada alamat lengkap rumahnya. Lalu bagaimana caranya dia tiba di sana? Ck! Berdecak kesal, Elard mencoba untuk menghubungi Dika. Tapi ponsel pria itu tak aktif. Membuatnya beralih menghubungi Dafa. Dan hasilnya sama saja. Kenapa mereka haru

