“Kau pikir aku akan percaya?!” tegas Diego, sekali lagi kepalan tangan melayang pada wajah pria masih terbaring dengan satu kaki tertimpa motor. “Sudah, hentikan! Ini hanya kecelakaan!” coba Fabian menghentikan, mengunci lengan sahabatnya. “Tinggalkan itu dan batu dia!” perintahnya pada sopir. “Baik, Tuan!” sopir segera pergi melaksanakan perintah, setelah ia hanya berani menatap tanpa mendekat. Diego terlihat sangat kesal, ia sudah terkejut dan ditambahi terbentur. Fabian tidak ingin untuk Tuan muda itu membuat keributan di jalan, siapa yang akan tau jika ada yang meliput dan sulit dikendalikan nanti. Berita cepat sekali menyebar di media online, itu tak akan bisa dicegah ketika sudah mulai terbaca. Membawa Diego untuk masuk ke dalam mobil, Fabian beralih merawat luka dari pencari bar

