Alfa menatap Almira yang masih terdiam setelah mendengar semua ceritanya. Dia ingin mengusap wajah sang istri yang kini terlihat rapuh, tetapi tidak memiliki cukup keberanian. Mulutnya juga hanya bisa membuka dan menutup lagi. Dia terlalu takut berbicara dan menerima kenyataan pahit. Mata Almira terpejam. Lalu, wanita itu mengusap wajah dengan tangan kanan. Sementara tangan kirinya mengusap d**a berkali-kali. Dia mencoba mengatur napas agar kembali normal. Jantungnya masih berdetak dengan ritme yang cepat. Namun, sekali lagi dia menenangkan dirinya sendiri. Almira membuka mata dan menatap sang suami. "Mas tahu bagaimana hukum menikahi wanita hamil?" Alfa mengangguk. "Saat itu Mas hanya memikirkan kesehatan Tante Weni. Mas hanya ingin membantu dan tidak pernah benar-benar berniat menik

