Tigapuluh Lima

1278 Words

Setelah check in dan menunggu, akhirnya pesawat yang mereka tumpangi terbang juga ke tujuan. Tesa sedikit cemas, ia jadi ragu apakah ini keputusan yang terbaik atau bukan. Namun, tekatnya sudah bulat untuk membantu Sora dan menemukan ibunya. Kebetulan tempat duduk gadis itu berdampingan dengan Sora, entah apakah lelaki itu yang merencanakan atau memang sebuah kebetulan. Sora menggenggam jemari Tesa, mencoba menenangkan gadis itu. Memberi energi positif untuk Tesa. "Semua akan baik-baik saja. Jika kamu ragu, ini masih belum terlambat. Kita bisa kembali lagi ke Jakarta," bisik Sora. Tesa menoleh, jaraknya dan Sora kini hanya beberapa centimeter saja. Jantung Tesa tiba-tiba saja berdisko di dalam sana. Gadis itu kembali menghadap depan. Ia tak tahu apakah jantungnya akan tetap berdetak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD