Tigapuluh Empat

1256 Words

Kini Tesa dan Sora tengah mengintai rumah keluarga Amora. Mobil milik Yuki masih terparkir di sana yang artinya ibu Tesa belum berangkat ke toko roti. "Ini masih jam delapan, Mama biasanya berangkat setengah jam lagi." Tesa melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan kiri tangannya. "Ya udah kita tungguin aja sampai mama kamu berangkat," kata Sora santai, lelaki itu bahkan tampak nyaman duduk di joknya dengan satu tangan ditekuk dan dijadikan bantal. Tesa hanya memutar bola matanya malas, ia sangat heran dengan Sora, bagaimana bisa seorang lelaki sangat sabar menunggu? Sementara lelaki lain akan marah jika pasangannya datang terlambat. Setelah hampir setengah jam menunggu, akhirnya Yuki mulai memanasi mesin mobilnya sebentar lalu mengendarai mobil miliknya menuju ke toko roti. Se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD