Duapuluh Satu

1235 Words

Setelah makan malam selesai, seperti biasa Yuki dan kedua putrinya akan berkumpul di ruang keluarga entah itu untuk bersantai, mengerjakan tugas atau hal yang lainnya. Tesa kini tengah fokus pada tugas rumahnya yang belum selesai, sementara Hana sudah asik memainkan ponsel miliknya. "Han, adiknya dibantu biar PR-nya cepet selesai. Kasian itu Tesa puyeng kayaknya gak bisa mikir." Tesa mendongak menatap Yuki lalu mencebikkan bibirnya, sedikit kesal karena digoda sang ibu. "Ih, Mama. Tesa gak sebodoh itu, kok. Walaupun gak sepinter kak Hana juga. Tesa masih bisa kerjain semuanya sendiri, tenang aja," balas Tesa yakin. Gadis itu kembali mengerjakan tugasnya yang hampir selesai. "Oh, iya. Soal perkemahan kalian minggu depan, kayaknya Mama batalin kalia berdua untuk ikut aja, Mama takut kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD