Tesa benar-benar dijemput oleh ibunya tadi siang. Wanita paruh baya itu melirik ke kanan dan kiri, takut jika lelaki bernama Sora kemarin datang ke sekolahan putrinya. "Mama nyariin apa, sih? Ayo pulang, Tesa udah gerah pengen mandi," rengek putri bungsu Yuki. "Engga, Mama cuma takut kalau cowok yang kemarin tiba-tiba dateng ke sekolah kamu." Tesa menelan ludahnya sendiri, takut ketahuan jika dirinya tadi memang sempat bertemu dengan Sora. "Enggーengga, kok, Ma. Tesa dari tadi di sekolah gak lihat atau ketemu Sora," elak gadis itu. "Lagipula buat apa dia dateng ke sekolah? Kurang kerjaan banget." Tesa mencoba meyakinkan ibunya. "Bener? Kamu gak bohong sama Mama, 'kan? Awas aja kalau kamu ketemu sama cowok itu tanpa sepengetahuan Mama." Tesa hanya mengangguk dan terpaksa berbohong pada i

