Assalamualaikum...
Selamat membaca....
Lina yang tak ingin membuat suaminya terlambat kerja, pun memilih belanja seperlunya saja.Dia juga memilih belanja di pasar yang tak jauh dari rumahnya.
Selama menunggu istrinya belanja,Rizwan pun memilih untuk masuk ke salah satu rumah yang mana halamannya dipakai sebagai tempat untuk menjual sarapan.
"Ma!, papa tunggu disini aja ya? sekalian langsung sarapan."
"Iya deh pa, jangan lupa bungkusin buat dirumah juga ya pa?"
"Iya ma, mama jangan lama lama ya belanjanya.."
"Iya..."
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit,akhirnya pesanan Rizwan datang.
"Hmm... Enak juga!" gumamnya menikmati lontong sayur yang sudah disuapkannya kedalam mulut setelah sebelumnya ia lafazkan basmallah dilanjut doa sebelum ia memulai makan.
Tepat setelah ia membayar makanannya lengkap dengan bungkusan yang sudah ia terima ditangannya,Lina pun datang dan mengajaknya pulang.
Setelah sampai rumah,Rizwan yang memang sudah rapi sejak sebelum kepasar tadi,akan langsung berangkat kerja.Namun,sebelumnya ia harus masuk rumah dulu dan mengambil tas kerjanya.
Kakinya melangkah lebar menuju kamar,hingga langkah itu membawa tubuhnya masuk kedalam kamar.Namun tertahan karena ia terkejut melihat Mila yang berdiri satu langkah didepannya.
"Mila.." sebutnya lirih tapi masih terdengar oleh Mila.
"Sepertinya Mila mau keluar" pikirnya.Lalu ia mundur untuk mempersilahkan Mila keluar lebih dulu baru ia masuk kembali.
***
"Ternyata enak juga ya lontongnya.Pantesan tadi rame banget!." Lina mengomentari lontong yang ia dan Mila tengah santap.
"Iya kak.Beli dimana kak?"
"Di pasar Senggol dekat sini.Dekat parkiran belakang".
"Oh,Rumah yang ada pohon Mangga besar dan lebat itu ya kak?" Lina mengangguk.
"Iya.Kok kamu tau?"
"Iya,dulu ce' Popon pernah beberapa kali ngajak Mila sarapan disitu.Makanannya enak enak semua.pembelinya ramai terus.."
"Iya sih,tadi juga ramai banget!."
"Oh iya, kaki kamu gimana?kita ke dokter aja yuk biar kamu dikasih obat.Biar kakimu cepat sembuh.Biar nyerinya juga berkurang?"
"Nggak usah kak.Nggak apa apa kok."
"Itu tadi gimana kamu mandiin Farhan? Aduh....,harusnya kamu biarin aja.Biar kakak yang mandiin.Kaki kamu kan masih sakit begitu... "
"Nggak apa apa kok kak,tadi Farhan cuma Mila lap lap aja.Mila belum berani mandiinnya.Takut."
"Oh,ya udah nggak apa apa.Nanti sore aja kakak mandiin lagi."
Sudah beberapa hari,dan tepatnya Tiga Minggu sejak kejadian itu.Rizwan belum sempat menjelaskan perkara sebenarnya pada Mila.Dan Mila juga semakin menghindarinya.Bukan hanya itu,Tampak jelas sekali jika Mila menunjukkan ketakutan juga ketidak sukaannya terhadap Rizwan.Sungguh Rizwan tak suka itu.Ia merasa dianggap sebagai pria b******k yang sudah tega melecehkan adik iparnya sendiri dibelakang istrinya.
"Astagfirullah..." ucapnya sembari menghembuskan nafas, menenangkan hati yang resah dan juga marah karena dianggap seperti itu.Padahal itu hanyalah kesalahan yang tidak disengaja sama sekali.
Hari ini tekadnya sudah penuh.Ia akan menjelaskan semua yang sebenar benarnya pada Mila.Ia tak ingin Mila terus ketakutan padanya.Dia juga menghkawatirkan kesehatan mental gadis itu.
Rizwan sering melihat berita tentang pelecehan terhadap wanita.Baik yang sekedar menyentuh bagian tubuh atau bahkan yang lebih tragis lagi sampai merusak kesucian korbannya.Selain merasakan sakit pada fisiknya,Para korban juga mengalami terauma.Terutama bagi korban yang masih muda dan belum menikah.Mereka akan mengalami kesedihan dan trauma yang sangat mendalam.
Meskipun itu terjadi tanpa niat,rencana bahkan sengaja,kejadian 'salah peluk' nya tetap dikategorikan sebagai 'pelecehan' kan? Dan Sungguh Rizwan benar benar menyesal dan tak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai gadis yang menjadi adik iparnya itu mengalami 'trauma' terhadap laki laki. Dan dialah yang menyebabkannya.Buktinya selain ketakutan Mila yang semakin kuat pada Rizwan,kini Mila juga jadi lebih pendiam di pasar.Biasanya jika Indra menggodanya juga ia masih bisa menyahut walau dengan kata kata singkat saja.Namun sekarang,jika berdekatan dengan laki laki,tubuh Mila akan meremang dan ia akan memeluk dirinya sendiri.Beberapa kali Rizwan pernah melihatnya.
Lina juga pernah menyakan kejanggalan sikap Mila.Tampak Mila selalu menghindar cepat jika Rizwan datang.Dan Mila juga sering menolak berangkat kepasar diantar Rizwan,meskipun pada akhirnya Lina tidak akan setuju.Lina juga merasa seolah Mila sangat takut pada Rizwan suaminya itu.Padahal dulu Mila tidak pernah seperti itu.
Awalnya Rizwan takut untuk menceritakannya pada Lina.Takut jika Lina justru tidak percaya padanya dan malah membencinya.Disini Mila adalah tanggung jawab mereka.Rizwan juga bahkan sudah berjanji pada orang tua Mila,ia akan menjaganya.Namun kini ia telah merusak janjinya itu.
"Jadi gitu ceritanya ma,"Rizwan menceritakan kejadian 'salah peluk' itu dengan hati hati,takut istrinya tidak mau percaya.
"Beneran ma,papa nggak sengaja.Papa sama sekali nggak ada niat macam macam dibelakang mama.Apalagi sama Mila yang notabene adik sepupu mama.Papa benar benar mengira itu mama.Hari itu papa benaran capek banget dan nggak lihat lihat dulu siapa orang yang ada dikamar,karena papa pikir ,siapa lagi yang ada dikamar kita selain mama.Dan papa benar benar hanya ingin memeluk mama.Sungguh ma,percaya sama papa ma.Papa nggak bohong atau mengarang ngarang cerita.Papa mengatakan yang sebenarnya ma.Tolong mama percaya sama papa ma".Rizwan terus membujuk istrinya agar percaya padanya.Hatinya begitu sakit melihat respon Lina yang diam saja memandangnya dengan tatapan marah.Sementara pipinya telah basah oleh air mata.Rizwan yang hendak merengkuh istrinya itu pun mendapatkan tepisan yang kuat dari sang istri.
Hubungan suami istri itu sempat merenggang beberapa hari.Lina terus menghindari Rizwan.Ia ingin berfikir dengan tenang dulu.Dan akhirnya ia memutuskan untuk percaya dan memaafkan suaminya.
Toh selama ini,bahkan selama 5 tahun,Rizwan tetap setia mendampingi dan selalu menyemangatinya agar selalu sabar menjalani pernikahan mereka.Meskipun ada banyak godaan dan hasutan dari kawan dan keluarga Rizwan yang mungkin saja membuat Rizwan meninggalkanya dan mencari wanita lain demi mendapatkan keturunan,tapi Rizwan sama sekali tak menghiraukan semua itu dan lebih memilih setia dan terus menyayangi istrinya,Lina.
Lina juga tidak pernah mendapat perlakuan perlakuan yang kasar atau sikap sikap yang tidak baik dari Rizwan.Meskipun mereka juga tak luput dari pertengkaran pertengkaran kecil,namun semua itu masih dalam hal hal yang wajar.Misalnya seperti Rizwan yang suka begadang malam,hingga paginya Lina marah marah karena susah membangunkannya.Dan Lina yang suka makan pedas walau sesudah itu ia akan meringis sakit perut.Rizwan suka mengomel padanya tentang ini.
Selama ini pertengkaran mereka hanyalah pertengkaran kecil saja dan itu pun tidak terlalu sering juga.Jadi tidaklah sulit bagi Lina untuk memaafkan suaminya itu.Sungguh di hatinya yang terdalam juga tak ingin kehilangan Rizwan.Dia sangat mencintai suaminya itu.
Tak dipungkiri juga memang,Lina memang sempat berfikiran buruk.Mungkin saja suaminya mulai bosan padanya dan tertarik dengan wanita lain.Mungkin yang lebih muda darinya,seperti Mila misalnya.Nyatanya kejadian seperti itu sudah banyak terjadi,baik dalam kisah sinetron maupun dalam kehidupan nyata.
Namun rasa sayang dan cintanya selalu menuntunnya untuk selalu berfikiran baik terhadap suaminya.Rasa takut kehilangan membuat ia memutuskan percaya pada cerita Rizwan.Ia masih ingin menjaga keutuhan rumah tangganya.Apalagi kini mereka memiliki Farhan yang tentunya membutuhkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya.
***
Ditengah perjalanan mengantar Mila kepasar,Rizwan menepikan mobilnya tepat didepan sebuah kedai yang sedang akan dibuka pemiliknya.Mila pikir Rizwan ingin membeli sesuatu. Sudah hampir 10 menit berlalu tapi Rizwan tan kunjung keluar dari mobil membuat Mila jadi bingung karenanya.Diliriknya kedepan,Rizwan hanya diam saja tapi tangannya tampak sibuk meremas remas setir mobil.
Diantar Rizwan saja Mila sudah tak nyaman, karena dia hanya berdua saja didalam mobil itu apalagi keadaanya begini,Rizwan menghentikan mobilnya di tengah perjalanan dan dia hanya diam saja juga tidak keluar." Apa maksudnya?Apa dia ingin aku keluar lalu berjalan sendiri kepasar?Kalau begitu ngomong dong! Tapi kalau jalan kaki,jaraknya masih lumayan jauh. Ya udah aku naik angkot aja deh.."
KLIK!
Rizwan gugup,tak tahu harus mulai dari mana dan bagaimana mengatakanya.Ia tak tahu harus mengucapkan apa.Berulang kali ia menggigit bibir atas dan bawahnya bergantian.Tangannya yang sibuk meremas setir mobilpun sudah basah karena keringat.Matanya terpejam memikirkan kembali kata kata yang sudah ia persiapkan dari kemarin marin kini hilang entah kemana.Saat terdengar bunyi KLIK!,kepalanya menoleh kebelakang,ia dapati Mila hendak keluar.
" Mila Uda minta maaf " Kata itu keluar begitu saja.Mila pun menghentikan geraknya yang akan keluar dari mobil.
" Tolong maafkan Uda tentang yang waktu itu.Sungguh Uda benar benar tidak menyangka kalau itu adalah Mila.Uda kira yang tidur dikamar itu adalah kakakmu Mila.Uda sama sekali tidak pernah berniat untuk melakukan hal buruk padamu.Hari itu,Uda benar benar lelah dan niatnya ingin langsung tidur.Maaf karena Uda ceroboh langsung memelukmu tanpa melihat dulu siapa orangnya.Maaf! tolong maafkan Uda ya Mila.Uda sudah benar benar menganggapmu sebagai adik Uda sendiri tanpa ada niat sedikitpun untuk mencelakaimu Mila.Waktu itu hanyalah salah faham saja.Dan itu karena kecerobohan Uda.Tolong maafkan Uda ya Mila."Rizwan menjelaskannya panjang lebar dan memelankan suaranya saat menyebut kata 'memeluk'.Sejak saat itu, kata 'peluk' adalah kata terlarang baginya.Apalagi itu sampai terdengar oleh Mila.
Mila hanya menangis terisak.Sejak Rizwan memulai ucapannya,bayang bayang kejadian 'itu' terlintas lagi dikepalanya membuat air matanya mengalir deras kembali akibat rasa hancur yang dirasakannya beberapa minggu ini.
Rizwan benar benar menyesal dan merasa bersalah.Ia berjanji akan memperbaiki sikapnya pada Mila.Ia akan memperbaiki hubungannya dengan Mila.Kalau perlu ia akan usahakan supaya Mila bisa menerimanya seperti saudara kandungnya sendiri.
Setelah setengah jam lebih ia membiarkan Mila puas dengan tangisnya.Dan Mila sudah mulai tenang.Rizwan kembali menjalankan mobilnya.Sebelumnya ia bertanya kepada Mila,apa ia mau mampir kesuatu tempat dulu untuk menenangkan hatinya atau pulang kerumah saja.Tapi Mila lebih memilih kepasar saja.
Untung hari ini adalah hari Minggu,jadi Rizwan tak terburu waktu untuk semua ini.Hari ini Mila akan terlambat membuka kios,dan itu karenanya.Tapi sesekali terlambat juga tak apalah.Menyelesaikan masalah dalam rumah tangganya lebih penting dari yang lain.Benarkan pemirsa???