KIOS TUTUP

916 Words
Assalamualaikum semuanya... maaf ya kalau apdetnya kelamaan...? ini cerita pertama saya.. jadi masih belum bisa selancar para Author yang udah pada ahli ... jadi maaf ya.. TERIMAKASIH KARENA KALIAN MASIH MAU BACA CERITA INI... SELAMAT MEMBACA... Paginya seperti biasa Mila bersiap siap berangkat kepasar setelah selesai melaksanakan shalat subuh.Setelah rapi,ia turun ke lantai bawah.Ia ingat belum mencuci piring kotornya semalam lalu ia pun mencucinya. Seperti biasa ia juga mengisi botolnya dengan teh manis hangat setelah sebelumnya ia juga meminumnya segelas untuk menghangatkan tubuhnya di pagi hari yang dingin, agar ia tidak masuk angin. Biasanya,pagi pagi begini ce' Popon sudah mulai sibuk membersihkan rumah.Namun pagi ini ia tak melakukannya karena ia masih di kampung.Mila berniat ingin melakukannya walau hanya menyapu rumah saja,sambil menunggu Rizwan selesai bersiap dan mengantarnya kepasar.Tapi ketika ia hendak berjalan,kakinya yang luka menyenggol kaki meja."Aw.. hssst... ya Allah sakitnya.."ringisnya menahan sakit yang mendera kakinya yang luka akibat terjatuh ditangga semalam.Ia merasa nasibnya sangat buruk dari kemarin. "Assalamualaikum.."salam Rizwan yang baru pulang dari shalat subuh di Mushalla dekat rumahnya. "Wa, waalaikumssalam." jawab Mila pelan hampir terdengar seperti bisikan ditelinga Rizwan. Rizwan langsung menuju ke kamarnya.Namun sebelumnya,dari pintu yang sudah ia buka sedikit itu,ia sempat menoleh kearah Mila yang sedang duduk di kursi meja makan sambil mengusap usap kakinya.Namun Rizwan tak dapat melihatnya apa kaki Mila terluka atau bagaimana,karena kaki Mila tertutup rok yang Mila pakai. Bukannya Rizwan ingin m***m melihat kaki telanjang Mila, bukan sama sekali. Ia hanya ingin tahu seberapa parah lukanya akibat terjatuh semalam.Itu saja. Dan kalau dilihat dari cara Mila mengusap kakinya sambil sesekali meringis,bisa dipastikan kakinya cidera.Seenggaknya luka atau memar. Perhatiannya pada kaki Mila terhenti saat suara Lina mengalihkan perhatiannya. "Papa udah pulang?"tanya Lina yang sebenarnya bukan bertanya.Hanya basa basi saja,sambil melipat mukena yang baru selesai dipakainya.Karena tak mendapat sahutan dari orang yang ditanya,ia pun menoleh kepala melihat suaminya yang hanya diam saja dipintu dengan pandangan matanya yang mengarah keluar kamar,bukan kepadanya. Karena heran,ia pun mendekat ingin tahu juga suaminya sedang melihat apa sih? Begitu asyiknya sampai tak mendengar dan menoleh padanya. "Pa!" Lina menepuk pelan lengan suaminya dan membuat Rizwan sedikit terkejut."Liatin apa sih dari tadi?" tanyanya sambil menjulurkan kepalanya sedikit keluar dari pintu.Dan melihat Mila yang sedang berjalan kearah dapur. "Eh, sayang,itu Mila sepertinya kakinya sakit." "Kok papa tahu?" Rizwan menoleh pada wajah istrinya yang seperti curiga padanya. "Hm" seulas senyum tipis ia munculkan dibibirnya melihat wajah istrinya yang curiga namun menggemaskan dimatanya.Sejurus kemudian ia merangkul pundak istrinya dan membawanya duduk diatas tempat tidur.Lalu ia bercerita yang ketika ia melihat Mila terjatuh di tangga semalam.Hanya bagian itu saja yang ia ceritakan. Karena cemas,Lina pun keluar ingin menanyakan keadaan Mila.Tak berapa lama sesudah itu Lina kembali ke kamar. "Pa, hari ini tutup aja dulu deh,gak usah buka.Kasian tuh Mila,kakinya luka cukup parah." "Parah banget ya?" tanya Rizwan cemas,namun dia berusaha agar suara dan raut mukanya tidak memperlihatkan kecemasan yang berlebihan agar Lina tidak curiga terus padanya. "Kalau iya,bawa kedokter aja." sambungnya lagi. "Udah,Mama udah ajak ke dokter,tapi Mila nggak mau.Katanya udah dia obati dengan obat yang ada dirumah.Dan itu udah cukup katanya pa." "Oh,ya udah kalau gitu.Tapi apa nggak apa apa kalau dia masih harus kepasar? Takutnya nanti kalau dia banyak gerak apalagi jalan,lukanya malah tambah parah lagi.." "Iya,itu makanya mama suruh dia dirumah aja,hari ini nggak usah buka dulu." "Jadi papa nggak kepasar hari ini?" tanyanya dengan riang.Ia sangat senang jika ia bisa bersantai dan bermain dengan baby Farhan sebentar sebelum ia berangkat kerja.memikirkannya saja sudah membuat hatinya girang.Namun kegiranganya mendadak hancur seketika begitu sang ratu dirumah ini menurunkan titah padanya. "Hari ini kios tutup aja, tapi papa antarin mama ke pasar ya?Mama mau belanja kepasar.Tuh! kulkas udah pada kosong,nggak ada isinya pa.." Akhirnya Rizwan hanya bisa pasrah dan melaksanakan titah sang ratunya. Baby Farhan yang ditinggal dalam keadaan tidur,kini mulai menggeliat dan merengek rengek gemas. Mila yang memperhatikan bayi mungil yang menggemaskan itu dari luar pintu kamar yang terbuka hendak melangkahkan kakinya mendekati sang bayi yang sudah menggeliat geliat gemas dan mengeluarkan suara tangisan merdunya. Kembali ia teringat kejadian kemarin yang begitu mengganggunya.Kakinya terasa berat untuk dilangkahkan memasuki kamar itu.Seolah rekaman kejadian kemarin berputar lagi dan lagi di kepalanya,hingga peluh keringatnya mulai bercucuran di pelipisnya,tubuhnya pun mulai gemetar dan kakinya melemas hingga ia merosot dan terduduk. Baby Farhan yang merasa dirinya diabaikan, kini mencoba mengambil perhatian lagi dengan menambah tingkat volume tangisannya,suaranya sudah seperti mengamuk. BERHASIL ! Suara tangisannya yang melengking itu berhasil menarik Mila dari dunia kecemasannya. Mila pun langsung bangkit lalu berlari mendekati dan menganggkat dan berusaha menenangkan bayi yang sudah mengamuk itu. Ketakutan dan kecemasan yang Mila rasakan seolah hilang entah kemana dan berganti mencemaskan si bayi.Kini yang ada difikirannya adalah bagaimana caranya menenangkan baby Farhan tersayang dan ia juga berharap bayi itu baik baik saja. Setelah baby Farhan agak tenang,Mila mulai membersihkan tubuh si bayi dengan hanya melap lapnya saja.Mila belum berani untuk memandikannya,ia masih takut jika bayi itu sampai kenapa napa ditangannya. Setelah bayi itu bersih,rapi dan wangi Mila pun membawanya keluar meski ia harus berjalan dengan menahankan nyeri di sebelah kakinya yang masih luka. Namun kira kira tiga langkah lagi sampai ke pintu, kakinya terhenti.Diluar sudah terdengar suara sepasang laki laki dan perempuan yang sedang mengobrol.Siapa lagi kalau bukan Lina dan Rizwan yang ternyata sudah pulang dari pasar.Semakin lama suara itu semakin dekat terdengar dari arah pintu. DEG! DEG! DEG! Jantung Mila berdetak kencang,ia pun cemas.Apa Rizwan akan masuk ke kamar,sedang ia masih di dalam? DAG! DIG! DUG! Jantungnya semakin berpacu hingga akhirnya pintu itu memunculkan seseorang yang memasuki kamar. Mila! Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD