ADA APA DENGAN PRIA ITU?

1620 Words
Assalamu alaikum.... Hallo semuanya.... Kita jumpa lagi nih di bab baru.... Semoga suka ya.... Selamat membaca...??? oeeek... ooeekk.. tangis baby Farhan menggema di ruangan itu. "cup cup cup sayang, haus ya? Sabar bentar ya sayang... mama lagi mandi dulu bentar.." "Sini tante gendong dulu ya..."Mila menimang nimang baby Farhan sembari menyenandungkan lagu shalawat berharap baby Farhan bisa tenang.Dan Alhamdulillh berhasil. Tak lama pintu kamar mandi terbuka dan Lina keluar dengan tubuh yang sudah segar sehabis mandi. Walaupun hanya mandi sekedar mandi saja,karena dia tak ingin membuat anaknya menunggu terlalu lama. Segera ia menyusukan bayinya.Bayi yang sudah sangat kehausan itu menyesap p****g mamanya dengan tak sabaran hingga sesapannya berbunyi nyaring sekali.Mila dan Lina jadi tertawa melihatnya.Bayi Farhan terlihat makin menggemaskan. Setelah memastikan bayinya tidur pulas,Lina beranjak keluar kamar untuk mengisi perutnya yang lapar kembali meskipun ia sudah makan dua jam sebelumnya. Sementara Mila meminta izin untuk tetap di kamar kakaknya itu untuk beberapa menit lagi.Dia masih ingin memandangi wajah polos,lucu dan menggemaskan milik baby Farhan. Memang tak akan ada bosan bosannya memandangi wajah suci itu.Semakin dilihat,semakin menggemaskan. Klek... Pintu kamar terbuka. Rizwan yang pulang kerja lebih cepat dari biasanya,langsung masuk ke kamarnya tanpa melihat istrinya yang sedang menikmati makannya di meja makan. Hari ini Rizwan sangat kelelahan,dan ia membutuhkan pelukan istrinya dan memandang wajah baby Farhan untuk mengusir lelahnya. Rizwan meletakkan tasnya diatas meja kerjanya yang posisinya ada disebelah tempat tidur.Sambil memutarkan lehernya ke kanan dan ke kiri ia berjalan mendekati Mila kemudian memeluknya begitu saja. Mila terkejut! Tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang.Tubuhnya menegang! dan ia pun tak bisa bernafas sesaat.Kemudian jantungnya memompa lebih cepat,dan tubuhnya mulai gemetar. Mila tak berani menoleh ke belakang,karena ia tau siapa orang yang tiba tiba saja memeluknya.Siapa lagi kalau bukan sang pemilik kamar.Dan pastinya itu juga bukan Lina,karena selain Lina baru saja keluar kamar,tak mungkin juga Lina melakukan itu padanya. Selain itu,walaupun matanya ia tutup sedemikian rapat,ia dapat merasakan tangan yang memeluknya itu besar dan keras.Ditambah lagi ia merasakan punggungnya bersandar di d**a yang bidang.Dan jangan lupakan aroma parfum maskulin yang bercampur keringat.Mila bahkan tak berani mencium aroma itu lebih lama,hingga ia menahan nafas supaya aromanya tidak masuk kedalam indra penciumannya. Sudah pasti Rizwanlah pelakunya.Tapi kenapa??? Merasa ada yang aneh dengan orang yang dipeluknya,Rizwan mulai membuka matanya. Hah !!! Rizwan sotak melompat mundur dan mengangkat kedua tangannya. Persis seperti orang yang ditodong pistol. Rizwan berdiri dan masih memandang orang didepannya,memastikan apa ia benar benar telah salah peluk orang.Setelah ia yakin kalau ia memang salah,Rizwan segera meraih handel pintu dan keluar secepatnya dari kamar. Begitu tubuhnya berada diluar kamar, Deg!! Ia terkejut melihat Lina yang sedang berjalan kearahnya.Ia cemas dan takut.Keringat mulai mengucur dari kepalanya.Bibirnya bergetar. Lina tersenyum padanya dan dia memaksa bibirnya mengembang untuk membalas senyuman istrinya. "Lho! papa kenapa? demam ya?" dirabanya dahi dan leher suaminya. "tumben juga udah pulang jam segini?" Lina heran dengan suaminya. "Iya hari ini papa kerja lapangan,Alhamdulillah cepat selesai jadi papa pulang cepat." jawab Rizwan.Ia berusaha bersikap dan berucap senormal mungkin agar istrinya tidak curiga dan bertanya tanya lagi padanya."Dan yang paling penting istrinya jangan masuk kamar dulu."pikir Rizwan. "Udah makan?" tanya Lina "Tadi sih udah,tapi sekarang udah lapar lagi" "Ya udah, ayo ! Lina juga baru selesai makan" "Lho mama baru makan jam segini?" heran Rizwan pada istrinya."Padahal Lina seharian hanya dirumah aja,tapi kok bisa telat makannya?kalau sampai dia sakit, bagaimana nanti bayi mereka akan menyusu? nggak mungkin sama ce' Popon kan?atau Mila...?" Rizwan menggeleng kecil merasa bodoh dengan pemikiranya. "Tadi Lina juga udah makan jam 12 tadi.Tapi karena lapar lagi,makanya Lina makan lagi barusan.Kan Lina lagi menyusui pa,jadi sering lapar."jelas Lina cepat,takut suaminya khawatir. "Oh... iya ya," di liriknya tubuh Lina yang memang tampak semakin berisi saja."pantas aja tadi meluknya terasa beda"pikirnya lagi."Ya udah ayo,temani papa makan ya" Lina mengangguk. Mila tersadar dari keterkejutannya.Ia merasa kejadian hari itu terulang lagi.Mila jadi takut dan cemas kembali. Ia sudah tak melihat Rizwan di kamar itu lagi.Ketika akan menggerakkan handel pintu,ia berhenti karena mendengar percakapan Lina dan Rizwan di depan pintu. Setelah yakin sepasang suami istri itu sudah menjauh dari pintu,ia membuka sedikit dan mengintip dari celahnya,memastikan ia akan aman keluar dari kamar dan langsung naik ke lantai atas tanpa ketauan. Saat ini Lina sedang di dapur menyiapkan hidangan untuk suaminya.Secepatnya Mila keluar dan langsung menaiki tangga. Rizwan sedang duduk menunggu hidangannya.Ekor matanya menangkap bayangan Mila yang keluar dari kamar.Dia melirik sebentar memastikan,kemudian dia melihat Lina yang berjalan kearahnya membawa semangkok nasi dan juga lauknya. "Hufh"Rizwan menghembuskan nafas pelan.Lega karena Mila sudah sampai diatas saat Lina sudah sampai ke meja.Entah kenapa ia merasa seperti telah berkhianat di belakang istrinya. "Terimakasih istriku tercinta" ucapnya dengan membingkai senyum manis di bibirnya.Namun di dalam hati ia berkata "maafkan aku istriku" "hmmm gombal!" Lina mengibaskan tangannya sekali,namun bibirnya menyunggingkan senyuman dengan wajah yang ikut merona tersipu gombalan suaminya. MILA Ku letakkan mangkok berisi cumi asam pedas yang baru selesai ku masak diatas meja makan.Tadi kak Lina memintaku memasak hari ini.Katanya ce' Popon mendadak harus pulang kampung tadi pagi setelah dirinya menerima telepon.Sehingga beliau belum sempat memasak cumi yang begitu kak Lina inginkan."apa kak Lina masih mengidam?"heranku karena dia begitu menginginkan cumi itu seperti ia sedang ngidam saja.Setahuku orang yang ngidam kan,biasanya pada saat ia lagi hamil saja. Tapi nggak tau juga sih,mungkin ibu menyusui juga bisa punya hasrat mengidam mungkin"pikirku. Sejak kak Lina melahirkan,aku memang pulang lebih cepat.Jam 1,aku sudah sampai dirumah.Biasanya dulu waktu kak Lina masih ke pasar,kami baru tutup kios jam 3,dan sampai rumah jam 4 kurang. Namun semenjak kak Lina melahirkan,dia sudah tak kepasar lagi.[eh lebih tepatnya sih belum kepasar lagi],Karena baby Farhan masih terlalu kecil untuk dibawa dan berlama lama di pasar. Sebenarnya kak Lina bukannya tak pandai memasak,malah masakannya lebih enak dari masakan ce' Popon.Tapi karena sejak subuh sampai sore waktunya dihabiskan dipasar,ia sudah kelelahan. Belum lagi jika dia pergi belanja dan mencari pesanan pelanggan ke Grosir besar seperti yang ada di Jakarta Pusat itu,bisa sampai malam ia baru sampai dirumah.(sebenarnya bukan belanjanya yang lama,tapi perjalananya yang selalu di terpa kemacetan lah biangnya). Dia akan semangat memasak jika Uda Rizwan meriques masakan tertentu atau jika ia ingin memasak sesuatu yang katanya spesial. Dan tadi,seperti kataku tadi,dia seperti orang ngidam memintaku memasak cumi asam pedas untuknya.Walau aku tak tau rasanya akan sama seperti keinginanya atau tidak,tapi aku sudah memasaknya sebisa dan semampuku.Ku harap dia suka. Baru saja aku ingin mengetuk pintu kamar kak Lina hendak melapor pada Nyonya Ratu bahwa aku sudah selesai memasak.Dia tadi memintaku memanggilnya jika sudah selesai memasak. "ehek ehek oeekk oeekk" Terdengar tangisan baby Farhan dari dalam kamar.Ku beranikan membuka pintunya karena ku tau Uda Rizwan sedang tidak ada di dalam. Tak kulihat wujud kak Lina disitu,tapi ku dengar gemericik air dari kamar mandinya.Tandanya kak Lina sedang di kamar mandi. Segera kudekati bayi mungil nan menggemaskan itu. "kak! Farhan nya nangis nih,kakak lagi ngapain?"tanyaku sedikit kencang supaya kak Lina bisa mendengar suaraku. "kakak lagi mandi Mil,tolong kamu gendong dulu bentar ya,kakak udah mau selesai kok!." sahutnya. "cup cup cup sayang...,haus ya?Sabar ya sayang,mama mandi dulu bentar." "Sini tante gendong dulu ya..."aku mengendong baby Farhan.Ku coba menimang nimangnya dan bibirku pun tak luput bersenandung lagu shalawat seperti yang sering kulakukan dulu pada anak anaknya kak Reni. Biasanya anak anak kecil akan tenang jika mendengarkan shalawat atau ayat AlQur an disenandungkan di dekatnya.Dan kuharap Farhan juga begitu.Alhamdulillah dia mulai tenang. Tapi begitu kulit mamanya mulai menyentuhnya,tangisnya kembali pecah.Namun tangisan itu terdengar seperti dibuat buat,seakan dia sedang mengadu pada mamanya.Apa aku baru saja menyakitinya hingga dia mengadukanku pada mamanya? Hmmm... pintar dan lucu banget sih kamu nak...! Kucubit pelan pipinya yang halus dan gempal itu karena gemasnya.Tapi sayangnya dia tak terpengaruh. Bagai mendapat air dipadang pasir,dia menghisap asupanya dengan tergesa, tidak sabaran,hingga sesapannya mengeluarkan bunyi tcep tcep lumayan kencang.Aku dan kak Lina jadi tertawa melihatnya. uuuhhh kamu makin menggemaskan saja sih... Setelah kenyang,dia pun tertidur.Kak Lina menurunkan dan meletakkanya diatas tempat tidurnya kembali.Kak Lina bertanya apa aku sudah selesai memasak cumi pesananya tadi.Aku mengangguk.Lalu dia pun keluar kamar,sementara aku,aku minta izin padanya untuk tetap situ beberapa menit lagi,diapun mengizinkan asal jangan sampai aku membangunkan Farhan.Aku masih ingin menatap wajah suci dan menenangkan milik bayi yang menggemaskan ini. Begitu asiknya membelai dan menatap wajah teduh itu,tak terasa mataku mulai terpejam. Tak kusadari ada orang yang masuk kamar,hingga tangan besar itu melingkar di pinggangku.Aku juga merasakan hembusan nafasnya yang hangat di bagian tengkuk ku. Deg! Aku terkejut,jantungku seolah berhenti berdetak sesaat.Kucoba membuka mata dan melirik tangan yang menimpa pinggangku,kemudian dapat kuhirup aroma parfum yang telah bercampur dengan keringat yang ku tau itu aroma parfum milik Uda Rizwan.Jantungku kembali berdegup kencang.Kututup mata dan kumenahan nafas. Sungguh aku tak tau harus apa dan bagaimana,tubuhku jadi gemetar hingga aku mendengar pintu terbuka dan tertutup kembali. Aku masih diam dan tubuhku juga bergetar tak bisa kukendalikan. Setelah beberapa menit,aku duduk,aku melihat tak ada lagi orang selain diriku dan si bayi tampan yang masih terlelap dalam tidurnya.Bergegas aku bangkit dan hendak meraih handle pintu,namun tertahan. Ku dengar suara pria yang telah lancang memeluk tubuhku itu sedang berbicara dengan kak Lina di depan pintu. Aku menunggu hingga aku yakin mereka sudah beranjak dari situ.Kucoba membuka pintu sedikit,kuintip dari celahnya,tampak pria itu sudah duduk di kursi meja makan.Kucari sosok kak Lina namun tak kutemukan.Tapi ku dengar bunyi seseorang sedang mengambil piring di dapur."Itu pasti Kak Lina" pikirku Merasa situasi aman,aku bergegas keluar kamar dan langsung menaiki tangga.Untung tangganya berada dekat dengan pintu kamar kak Lina.Sepuluh detik saja aku sudah sampai di kamarku. Kututup pintu perlahan lalu aku bersandar.Tubuhku melorot jatuh terduduk.Kututup wajahku diatas lengan yang kutumpukan diatas lututku yang tertekuk.Tangisku pecah,namun kutahan agar tak bersuara.Aku tak ingin membuat semua heboh lagi. Tapi apa yang terjadi denganku? Ada apa dengan pria itu? SEMOGA SUKA YA...?? Yang belum tap love,tap sekarang ya....??? Jangan lupa kasih komentar juga.. Makasih....?????
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD