Bab 27

1496 Words

Sore itu, Darsam si pelayan tua setia mengamati kesibukan majikannya di lapangan istana kepresidenan, tengah berolahraga memanah. Wanita itu membidik sasaran beberapa meter di depan sana, dengan sebelah mata tertutup dan anak panah yang menempel pada sebelah pipinya. Dalam sekali hentakan, ia lontarkan tiga anak panah sekaligus, melesat di udara dalam kecepatan nanodetik, membelah angin hingga terdengar bunyi desing samar-samar, sampai akhirnya menancap pada tiga papan lingkaran berbeda yang baris-berbaris ke belakang. Presiden Andromeda mengambil jeda sebentar dengan menghembuskan napas panjang. Diangkatnya satu anak panah dari quiver, dikaitkan pada busurnya yang melengkung lebar, lantas membidik lagi. Hampir setengah jam ia melakukan olahraga itu tanpa lelah. Pikirannya jauh lebih rile

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD