Setahun telah berlalu, Argetta dan Fredi belum juga saling bertemu selama ini. Fredi muak dengan keadaan dihadapan. Melihat wajah Ambrik setiap hari yang semaunya pada Fredi. Terbesit ingin sekali mengakhiri semua ini, namun sayang sepertinya tak semudah itu. Sungguh menjijikkan hari demi hari dia harus membunuh seorang yang bahkan membahayakan. Sekarang hal itu sudah menjadi kegiatan seharinya. Jika dulu ia memilih memilih menyuruh orang untuk membunuh tapi sekarang sepertinya dengan tangannya sendiri dia membunuh. Tap.. Tap.. Tap.. Langkah kaki menghampiri kamar pria itu yang terasa sunyi, hanya kegelapan menyelimuti hatinya. Seseorang datang menghidupkan lampu kamarnya. "Ada apa, Fred. Sepertinya kau lebih senang menyendiri dalam kegelapan." Ambrik melekat pada pria itu yang dudu

