WARNING..!!! DILARANG KERAS UNTUK DIBAWAH UMUR. PASTIKAN UMUR ANDA 21+ !!!! "Argetta." Bahkan ia bisa mendengar suara fredi tepat di telinganya. "Apa telingaku bermasalah. Kenapa mendengar suara fredi." Batin argetta. Fredi berdiri di sudut belakang argetta. "Argetta, Aku merindukanmu." Fredi berlirih. Argetta mendengar jelas suara pelan serta dapat merasakan deruhan nafas Fredi. Ia mengerjap matanya sejenak lalu menarik nafas dalam. Mungkin argetta merasa ini khayalan dirinya, ia berbalik menoleh arah sumber suara yang merindukannya. Wanita itu tergemap membisu melihat sosok tegap berdiri di hadapannya. Apakah wanita ini sedang mengkhayal, ia termangu dalam lamunannya. Tidak..!!! Mana mungkin ia mengkhayal. Dia Fredi, sungguh pria ini Fredi. Argetta seakan merengut dengan isi da

