Beberapa hari setelah kepergian Fredi, Argetta kembali ke New York. Ia melihat mansion yang sudah ditinggalkannya. Semuanya sudah terasa biasa, raut wajah Argetta berubah. Ia tak bersemangat untuk melanjutkan hidup. "Akhirnya Ayah bisa kembali mansion kita." Antusias Emran. Mereka semua berlenggang berjalan memasuki mansion tersebut. Tidak ada perubahan apa pun dari mansion itu. "Permisi, Tuan. Ada titip untuk nyonya Carol." Ucap pelayan pada Emran seraya memberikan suatu amplop berwarna coklat. "Terima kasih." "Maaf, Nyonya Carol ada seorang yang sudah menitipkan ini." Emran memberikan Amplop tersebut. Tanpa banyak tanya lagi, Carol membuka isi amplop itu yang berisi sebuah kunci. "Kunci itu." Faro memicing matanya pada kunci ditangan Carol. Ya.. Edwin dan Faro sangat mengenal

