Matahari telah bersinar tak seperti biasanya. Hari sudah begitu siang, namun Fredi belum juga bangun setelah kembalinya di Los Angeles. Beberapa hari ini, pria itu benar-benar lelah. Tubuhnya begitu rentan. Tiba-tiba tubuhnya merasa ada suatu yang menindiknya. Perlahan Fredi membuka matanya, ia melihat seorang wanita yang dirindukannya. "Argetta.." Fredi berkata dengan tatapannya tak percaya. Pria itu mencoba menetralkan matanya terlebih dahulu, sungguh Fredi berpikir jika dia berhalusinasi. PLAK..!!! Tamparan meluncur dipipi Fredi. Pria itu bisa merasakan panas tamparan dari Argetta. "Kau pikir sedang berkhayal. Apa kau lupa dengan wajahku." Sengit Argetta pada pria satu ini. Argetta menatap tajam pada Fredi. Ia benar-benar gusar dibuatnya. "Kenapa dengan berani kau meninggalkanku

