Fredi merasa bodoh, dia harus dalam situasi sangat sulit. Kenapa ia terlahir sebagai anak seorang mafia b***t. "Ck." Tak ingin berlama Fredi langsung mengatakan apa maksudnya pada Laura. "Maaf, aku harus mengatakan suatu padamu." Fredi berucap tegas. "Silakan." Balas singkat keluar dari mulut Laura. "Apa kau bersedia ikut denganku besok ke London. Aku ingin mengenalkanmu pada seorang, mungkin dengan itu kita bisa lebih dekat." Fredi terpaksa menyimpul senyumnya. Bahkan ia sangat jijik jika harus tersenyum pada wanita lain selain argetta. "Apa kau bersedia." Fredi kembali bertanya melihat tidak Ada jawaban dari Laura. Laura berpikir dalam lamunannya, Bagaimana dia harus ikut bersama pria ini. Apa yang harus dia katakan pada Emran. "Apa kau menjebakku." Laura melontarkan kalimat deng

