Persalinan

1677 Words

Suasana jadi canggung. Fanie merasa tidak nyaman. Pria yang ada di hadapannya terus memandangi dirinya. Ia merasa risih. Di tambah Reno selalu bersikap manis padanya. Tidak peduli ada Tristan di sampingnya. Sepertinya pria ini sangat menginginkan Fanie.   “Jadi kapan kalian menikah? Sudah sebesar ini lho kehamilannya. Lagi pula, anak yang sudah lahir butuh status juga bukan?” ucap Reno.   “Saya harap anda mengerti kenapa saya ada di sini. Saya akan menyelesaikannya. Terima kasih sudah meu bertemu dengan wanita yang sangat berarti di dalam hidup saya. Karena … Sampai kapan pun. Saya tidak akan pernah melepaskannya!” ucap Tristan yang sudah mulai kesal.   Reno tertawa. “Tapi kapan? Kenapa kamu tidak menyerah saja?” ucap Reno lalu ia menatap Fanie. Wanita yang sudah mampu membuat diriny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD