Bertemu Pria Pilihan Steve

1772 Words

Fanie membuka pintu kamarnya dan ia melihat wajah papanya yang jelas membuat Fanie jadi merasa sangat takut.   “Sudah siap?” tanya Steve sambil menatap kedua bola mata anak perempuannya.   Fanie mengangguk, ia menundukkan kepalanya. Merasa sedikit takut jika apa yang direncanakannya akan semakin membuat papanya kecewa.   Tapi hati Fanie sudah mati terhadap pria lain. Yang ia inginkan hanya Tristan – ayah dari anak yang ada di dalam kandungannya.   “Tolong jangan kecewakan Papa! Jika kamu tidak menyukainya, bicarakan dengannya baik-baik. Jangan membuat Papa malu, dia pria yang baik dan juga sopan,” ucap Steve pelan tapi nadanya terdengar sangat penuh dengan penekanan.   Fanie hanya bisa mengangguk dan mencoba menahan air matanya. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Benar memang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD