Hari-hari Fella yang membosankan dan datar mulai dihiasi dengan perasaan lain. Perasaan yang ia tak kenal, perasaan yang selama ini ia hindari, perasaan yang membuat perutnya penuh dengan kupu-kupu terbang, rasanya manis dan pahit, bercampur aduk.
Entah Fella menyukai perasaan yang muncul ini atau tidak, ia sendiri tidak tahu. Fella selalu menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan, ia enggan terlibat dengan apa yang dinamakan orang-orang sebagai perasaan 'Cinta'.
Fella pernah merasakannya sebentar, tapi ia tidak merasa nyaman dengan perasaan itu. Ia merasa lebih lemah dari biasanya dan tidak bisa mengontrol perasaannya dengan baik. Fella yang biasanya dapat memutuskan segala sesuatunya dengan baik, menjadi terlalu banyak memakai perasaannya, dan ia tidak suka itu.
Fella merasa kehilangan dirinya sendiri dan ia melampiaskannya dengan semakin menyibukkan diri. Semua kegiatan yang baginya menarik, ia ikuti, jadwalnya penuh, tapi ... kenapa perasaan itu tetap muncul saat ia terdiam walau hanya sesaat. Ia hanya berdiam diri dari kesibukannya selama beberapa jam dan perasaan itu tiba-tiba menghampirinya tanpa henti.
Berbagai interaksi yang biasanya hanya berlalu dengan cepat dari otak Fella, sekarang menempel dengan kuat. Bahkan ia tidak tahu cara melupakannya. Semakin berusaha melupakannya, Fella malah semakin mengingat detail kejadian itu, semakin hatinya bergejolak tak karuan tanpa henti.
"Apa yang harus kulakukan?" tanya Fella pada salah satu temannya dengan wajah kebingungan.
"Pertama, kamu nggak boleh denial Fel! Kamu emang suka dia, nggak usah menolak kenyataan itu," jawab temannya dengan tegas. Ia sudah gemas dengan perilaku Fella yang terus menerus menceritakan cowok yang sama dengan sangat semangat, tapi menyatakan bahwa ia tidak menyukainya.
Fella menatap temannya selama beberapa detik, "Enggak kok, aku nggak suka dia."
Jadi, sebenarnya apa yang terjadi pada Fella dengan cowok yang ia ceritakan itu??