13. Kabar Bahagia

1538 Words

13. Kabar Bahagia Haruskah aku menunggu hatimu kosong lebih dulu, Agar aku leluasa mengisinya dengan cinta, sebesar inginku --- Pagi menjelang, terang fajar mulai menampakkan diri namun Yuna tak kunjung beranjak dari tidurnya. Sejak kemarin dia terus saja berbaring tanpa sedikitpun turun kecuali untuk ke toilet. Memang sudah tidak selemah kemarin, wajahnya pun kini sedikit lebih berwarna. Meski pucat itu tetap saja terlihat. Yuna mengusap wajah, badannya lengket karena kemarin sore tidak mandi. Biarlah asem, nggak akan ada yang peduli. Tapi, bagaimana kalau Kennan datang ke kamarnya. Dan hendak memberi kecupan pagi. Yuna bergidik. Tidak. Kennan tidak boleh melihatnya dalam keadaan berantakan dan lemah seperti itu. "Nona mau mandi?" tanya Mini, melihat gelagat Yuna yang membaui tubu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD