15. Sang Sahabat

1407 Words

15. Sang Sahabat Pergi menjauh bukan satu cara untuk melupakan Itu hanya usaha seorang pengecut yang takut akan kenyataan --- Yuna menggelengkan kepala ketika lagi-lagi Kennan memilih libur dari pada ke kantor. "Yuna, bawa kemari susunya." seru Kennan dari meja makan. Yuna mendesah, membawa s**u buatannya di atas nampan lalu berjalan ke meja makan. Ini sudah pukul 9 pagi dan Kennan merengek meminta s**u buatan Yuna. Laki-laki itu ketagihan dan katanya menjadi salah satu minuman favoritnya kini. Dengan senyuman lebar yang menghiasi wajah Kennan, laki-laki itu sigap menerima segelas s**u yang Yuna berikan. Tanpa kata apapun, dia meminumnya hingga tandas. "Kemarin nolak-nolak. Sekarang ... hm, jangan ditanya." Kennan menjulurkan lidah. "Biarin," Yuna tersenyum geli. Begitulah kehidu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD