“Aku datang!” sebuah seruan terdengar dari arah luar kamar para gadis cilik tersebut. Eliona segera menepuk-nepuk lututnya sebelum dia bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya keluar kamar anak-anak. Si kembar teampak sudah kembali rukun seperti biasa, seperti mereka tidak pernah terlibat perkelahian sama sekali. Oh… Eliona jadi merasa sedikit iri dengan seberapa innocent-nya anak-anak ini dan berharap dia bisa kembali masa itu sekali lagi. “Hey sayang,” bisik Alden begitu dia sudah berada di hadapan sang istri tercinta. Eliona menatap wajah sang suami yang tampak lelah hanya untuk sekadar mencibirnya lalu mencium pipi pria itu. Tetapi Alden justru malah serakah dan menginginkan lebih dengan menangkup pipi istrinya dan mencium bibir sang istri ringan. “Kau lama,” ujar Eliona sambil m
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


