Milla melirik saat mendapati suara langkah kaki yang mendekat. Dia memberi pria itu sebuah senyuman manis ketika tangannya tampak sibuk dengan spatula dan teflon tampak sedang membuat sarapan untuk mereka. Suasana pagi ini tampak sangat cerah, tapi anehnya tunangannya tidak terlihat semangat. Dia tampak terlihat tidak begitu baik. “Selamat pagi, sayang,” sapa Alden yang membuat Milla kembali menerbitkan senyum. Dia kemudian membalikan tubuhnya ke depan kompor. Menyelesaikan urusannya membuatkan sarapan. “Selamat pagi, sayang. Tidurmu nyenyak?” balas Milla yang kini sudah mematikan kompor dan tampak berkutat dengan piring saji. Meletakan roti yang telah diberi selai, alpukat, telur mata sapi dan kornet. “Tidak terlalu,” timpal Alden agak lama dan sesaat kemudian Milla berhenti dari ak

