“Oh my goodness!” teriak Eliona dengan suara keras, bahkan saking kerasnya dia mungkin bisa membangunkan seisi rumah (kalau memang ada orang selain mereka) “Astaga! Apa kau baik-baik saja?” Alden tampak ketakutan, terlebih ketika mendapati wajah pacarnya pucat pasi menahan rasa sakit. Dia mencondongkan tubuhnya ke arah Eliona dan tanpa dia sadari pergerakannya itu pun membuat bagian bawahnya terdorong maju membuat Eliona kembali menjerit histeris. Dinding dalamnya mencengkram kejantanan Alden, dan pemuda itu mencoba sekuat tenaga untuk tetap mempertahankan kewarasaannya. Dia mendesis melihat seberapa kencang kekasihnya di menggenggamnya di dalam sana. “Ya Tuhan… Ya Tuhan…,” ujar Eliona, nafasnya bergetar. “L—Lily, kau terlalu… sangat rapat…” Alden mengerang tatkala sensasi luar biasa i

