Bekas Luka

1124 Words

“Tumben kau menanyakan hal itu,” sahut Alden sambil terkekeh. “Aku hanya penasaran saja, maksudku kau kan sekolah di tempat campuran.” Lalu tiba-tiba saja keduanya tertawa bersama dan kembali bebaring berdampingan. Eliona memejamkan mata sembari mendengarkan detak jantungnya sendiri dan bagaimana setiap detakannya bertambah sedikit lebih cepat ketika dia tertawa. “… tiga.” “Apa?” Eliona mendongak, dan Alden terlihat agak tersipu malu. “Ada tiga… selain kau. Aku sudah bersama tiga gadis lain.” “Dengan perasaan mendalam?” “Emmm… apa kau ingat Agna?” Kedua mata Eliona membelalak. “Maksudmu Agna adik kelas kita dari sekolah menengah? Gadis yang terlihat selalu mendekatimu itu? yang itu?” Alden terkekeh sambil menganggukan kepala. “Ya, dia. Setelah kau pergi aku dan dia menjad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD