Samudra menggeliat pelan. Di ambang sadar, ia merasakan tubuh bagian bawahnya terasa tidak nyaman dan refleks membenarkannya, masih setengah terlelap. Tangannya bergerak mencari selimut—namun yang ia sentuh justru tubuh hangat di sampingnya. Tanpa berpikir panjang, Samudra menarik tubuh itu ke dalam pelukannya, mengelus punggungnya perlahan dari belakang. Gerakan naluriah. Terlalu naluriah. “Ngggh… duh—” Erangan pelan itu membuat Samudra tersentak. Matanya langsung terbuka lebar. Kinara. Kesadaran menghantamnya keras. Dalam satu detik, Samudra menarik selimut, lalu berguling cepat ke ujung sofa bed, membelakangi Kinara. Tubuhnya menegang, napasnya tertahan, lalu ia memejamkan mata—berpura-pura masih tertidur. Ia bisa merasakan Kinara bergerak, duduk perlahan. Keheningan di antara mer

